Jack Dorsey – Hacker Yang Mendirikan Twitter

Serial Pebisnis Handal

Blog Sembilan Bersama Media kembali menghadirkan sosok-sosok spektakuler dalam bisnis, baik dari dalam dan luar negeri. Tokoh-tokoh tersebut untuk selanjutnya kami rangkai dalam Serial Pebisnis Handal.

Tujuan menampilkan para pebisnis handal ini sesuai dengan tagline blog kami, untuk memotivasi, menginspirasi dan mengindonesia (be motivated – be inspired – be Indonesia). Dengan mengetahui bagaimana perjalanan seorang pebisnis sampai menjadi handal dan menangguk kesuksesan, pantas menjadi acuan siapa saja.

Membaca biografi tokoh sukses –meskipun yang ditampilkan di blog ini hanya sekilas– bagaikan menelusuri aliran air. Dari mata air di pegunungan, air terus mengalir melalui lembah, ngarai, bukit, pemukiman hingga akhirnya mencapai laut.

Dan, seperti menyesap manfaat air, kita sebagai pembaca akan terbawa dalam aliran perjalanan kesuksesan seorang tokoh. Pasang surut usaha, permodalan, dukungan keluarga dan tekanan ekonomi sekitarnya, adalah warna indah dalam perjuangan mereka meraih impian.

Bagi pembaca, dengan membaca kisah biografi akan dapat memetik hikmah. Bisa jadi, dari situ akan melahirkan ide-ide cemerlang untuk masa depan yang cerah. Ingat, metoda ATM (Amati, Tiru dan Amalkan) banyak terinspirasi dari kisah-kisah orang yang telah lebih dahulu mengalami kesuksesan. Selamat membaca………..

Jack Dorsey

jack dorsey

Hacker Yang Mendirikan Twitter

Jack Dorsey, Lahir di St Louis, Missouri tanggal 19 November 1976, merupakan salah satu dari tiga pendiri Twitter yaitu Biz Stone, Evan Willliams, dan Jack Dorsey sendiri.

Jack Dorsey mulai tertarik pada dunia perangkat lunak (software) pada umur 14 tahun. Dia ingin menciptakan perangkat lunak Open Source aplikasi yang berhubungan dengan rute taksi dan kurir pengiriman. Ia mulai menekuni dunia programming saat masih sekolah di Bishop DuBourg High School. Setelah lulus, ia sekolah di Universitas New York. Ide untuk menciptakan twitter berawal dari keinginannya menciptakan sebuah situs yang menggabungkan cakupan luas piranti lunak pengirim dan keasyikan bertukar pesan pendek.

Setelah kuliah di University of Missouri dan di New York, ia pindah ke California. Pada saat itu, pesan instan benar-benar mulai luar biasa, dengan AOL Instant Messenger layanan yang sangat populer. Dorsey melihat hal ini dan bertanya-tanya apakah ia dapat menggabungkan ide-ide awalnya untuk menyediakan layanan pengiriman pesan status. “Bagaimana jika Anda dapat berbagi status Anda dengan semua teman-teman Anda benar-benar mudah, sehingga mereka tahu apa yang Anda lakukan, tapi Anda tidak ingin harus menulis seluruh blog entry atau Live Journal entry?”

Seiring berjalannya waktu dan Jack sedang sibuk bekerja pada sebuah solusi pengiriman berbasis web, ia menganggap apakah pesan teks SMS dapat dimasukkan ke dalam konsep pesan status interaktif. Kemudian Evan Williams, seorang mantan eksekutif Google, menyediakan dana investasi dan bersama-sama dengan Dorsey dan Stone untuk operasional twitter, Inc.

Pada awal 2006 mereka sudah siap, tetapi tidak benar-benar memiliki strategi peluncuran yang aktif. Jejaring sosial Twitter akhirnya berhasil diluncurkan oleh Jack Dorsey dengan bantuan Biz Stone dan Evan Williams pada bulan Agustus tahun 2006 dengan alamatwww.twitter.com. Twitter termasuk layanan microblogging, karena hanya menyediakan 140 karakter per post. Berbeda dengan Blogger, WordPress, dan Multiply yang memberikan kebebasan jumlah karakter per post.

Seperti jejaring sosial lainnya, Twitter diserbu oleh para calon anggotanya. Dorsey yang kewalahan ingin menfokuskan perhatiannya pada bisnis barunya tersebut. Dengan berat hati ia meninggalkan statusnya sebagai mahasiswa Universitas New York dan profesi sebelumnya yaitu sebagai programmer di sebuah layanan pengiriman kurir dan taksi. Hingga saat ini, jumlah anggota twitter melonjak drastis, karena semakin pentingnya berita dan teknologi.

Pendiri Twitter Ternyata Seorang Hacker

Pendiri Twitter Jack Dorsey punya kisah unik sebelum membangun karier sebagai seorang teknopreneur. Jack menceritakan, sebelum mendirikan perusahaan, dia melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan bidang pengiriman terbesar dunia. “Saya masih kuliah saat itu. Dan saya ingin sekali bekerja di industri pengiriman,” kata Dorsey, saat berbicara di acara Techonomy Detroit, seperti dikutip Venture Beat.

Tapi Dorsey melakukannya dengan cara unik. Dia meretas atauhacking ke dalam sistem email perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih mendetail tentang pekerjaan tersebut.

Tapi saat mengecek situs milik perusahaan yang berbasis di New York itu, dia menemukan celah: tak ada informasi tentang kontak yang bisa dihubungi. “Kemudian saya menemukan lubang di server situs mereka dan menemukan email korporat. Saya kemudian mengirim email kepada petinggi di perusahaan itu dan mengatakan ada celah di lubang keamanan sistem mereka. Saya juga menjelaskan cara mengatasi masalah itu,” ucap pria yang juga pendiri layanan transaksi online Square ini. Upaya Dorsey berhasil. Seminggu kemudian Jack Dorsey diterbangkan ke New York, dan diterima bekerja di perusahaan itu.

Hingga sekarang pun Dorsey mengaku masih terkesima dengan New York. Bukan rahasia pula kalau dia pernah bermimpi menjadi walikota New York. Dorsey memang tumbuh dengan mencintai kota dan peta. Kecintaan ini yang antara lain mendorong Dorsey menciptakan software untuk digunakan di industri pengiriman. Bahkan, salah satu software open source yang diciptakannya sampai saat ini masih digunakan di sejumlah perusahaan taksi.

sumber:

http://biografi-center.blogspot.com/2011/03/jack-dorsey-pendiri-twitter.html, wikipedia,kaskus,http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/351005-pendiri-twitter-ternyata-seorang-hacker

 Read more at

http://info-biografi.blogspot.com/2013/04/biografi-jack-dorsey-pendiri-twitter.html#Yhd53WIhtfpOzo1T.99

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s