Richard Wall – “Raja Es Krim”

Serial Pebisnis Handal

Blog Sembilan Bersama Media kembali menghadirkan sosok-sosok spektakuler dalam bisnis, baik dari dalam dan luar negeri. Tokoh-tokoh tersebut untuk selanjutnya kami rangkai dalam Serial Pebisnis Handal.

Tujuan menampilkan para pebisnis handal ini sesuai dengan tagline blog kami, untukmemotivasi, menginspirasi dan mengindonesia (be motivated – be inspired – be Indonesia). Dengan mengetahui bagaimana perjalanan seorang pebisnis sampai menjadi handal dan menangguk kesuksesan, pantas menjadi acuan siapa saja.

Membaca biografi tokoh sukses –meskipun yang ditampilkan di blog ini hanya sekilas– bagaikan menelusuri aliran air. Dari mata air di pegunungan, air terus mengalir melalui lembah, ngarai, bukit, pemukiman hingga akhirnya mencapai laut.

Dan, seperti menyesap manfaat air, kita sebagai pembaca akan terbawa dalam aliran perjalanan kesuksesan seorang tokoh. Pasang surut usaha, permodalan, dukungan keluarga dan tekanan ekonomi sekitarnya, adalah warna indah dalam perjuangan mereka meraih impian.

Bagi pembaca, dengan membaca kisah biografi akan dapat memetik hikmah. Bisa jadi, dari situ akan melahirkan ide-ide cemerlang untuk masa depan yang cerah. Ingat, metoda ATM (Amati, Tiru dan Amalkan) banyak terinspirasi dari kisah-kisah orang yang telah lebih dahulu mengalami kesuksesan. Selamat membaca……….. 

Richard Wall

“Es Krim-nya Merajai Dunia”

Ricard Wall

Hampir banyak orang pasti pernah mencicipi es cream, khususnya es cream Wall’s yang terkenal itu. Siapakah orang dibalik kesuksesan es cream Wall’s yang lezat itu, beliau adalah Richard Wall. Berikut ini biografi singkatnya.

Pada tahun 1786, Richard Wall membuka kios daging di Pasar St James, London. Dari menjual daging dan makanan olahan dari daging lainnya, ia mendapatkan reputasi sebagai penjagal babi terbaik. Pada tahun 1812, Richard menerima anugerah pertama Royal Appointment to George, dari Prince of Wales sebagai “Pemasok Babi,” sampai masa pemerintahan Raja George III.

Pada 1817, anak pertama lahir dan diberi nama Thomas Wall, dan tahun 1824 lahir anak kedua, Eleanor, seorang perempuan. Bisnis Richard mengalami kemajuan sangat pesat, dan pada tahun 1834 dia pindah ke tempat baru di Jermyn Street 113. Namun, tak lama kemudian ia meninggal dunia dan meninggalkan Ann isterinya, dan seorang lelaki berusia 19 tahun untuk menjalankan bisnis bernama Ann Wall dan Son. Tak lama, Ann juga meninggal tak lama setelah kematian suaminya.

Pada usia 19, Thomas Wall mengambil kendali bisnis, ditambah dengan merawat adiknya selama 14 tahun lamanya. Setelah kelahiran putranya, Thomas Wall II, pada tahun 1846 ia
mendaftarkan bisnisnya dengan nama “Thomas Wall and Son Ltd”. Thomas Wall II pun belajar atau magang dan bergabung dengan dewan perusahaan pada tahun1870.

Setelah putra kedua Frederick mengikuti jalan yang sama, nama perusahaan diubah pada tahun 1878 menjadi “Thomas Wall & Sons Ltd”. Sepanjang periode ini, produk selalu mempertahankan mutu standar tingkat tinggi dan mendapat penghargaan yang diraih, sejumlah Royal Appointments dari Ratu Victoria, Raja Edward VII, Raja George IV dan Raja George V.

Namun bisnis selalu dihadapkan pada masalah di musim panas. Ketika penjualan daging, pai daging, dan sosis jatuh, perusahaan terpaksa harus merumahkan staf. Dipimpin oleh Thomas Wall II, ia mengusulkan untuk mengembangkan bisnis es krim pada tahun 1913 untuk menghindari ‘lay offs’.Tapi awal Perang Dunia I rencana itu ditunda karena kelangkaan produk penunjang.Lalu Thomas Wall II memutuskan untuk pensiun, dan menjual bisnis pada tahun 1920 ke Mac Fisheries. Dana ini sendiri diakuisisi pada tahun 1922 bersama oleh Lever Brothers dan Margarin Unie, perusahaan pendiri Unilever.

Di bawah arahan Maxwell Holt, produksi es krim lalu dimulai pada 1922 di sebuah pabrik di Acton, London.Sebagaimana es krim berkembang dalam signifikansi, Unilever membagi perusahaan menjadi dua, T.Wall and Son (Ice Cream) Ltd dan T. Wall and Son (Meats) Ltd. Pada tahun 1959, keuntungan Wall’s dua kali lipat dan membangun pabrik es krim di Gloucester, Inggris. Pada tahun 1981 Unilever, T. Wall and Son (Ice Cream) Ltd dan Birds Eye Foods Ltd bergabung untuk membentuk perusahaan Birds Eye Wall Ltd.

Unilever terus menggunakan merek untuk es krim di Inggris. Sementara sisanya (2006) menjadi pemimpin pasar di Inggris untuk produk ‘tangan memegang’ seperti Cornetto dan Magnum, dan nilai tambah produk yang dirancang agar dapat dikonsumsi di rumah, seperti Viennetta. Merk Wall’s menghadapi persaingan yang berat dari merek supermarket besar dan Nestle (menyerap Rowntree dan merk Lyons Maid) dan produk es krim Mars spin-off. Wall’s diperkenalkan di Pakistan pada awal 1995. Segera setelah peluncuran ice cream Wall’s, Lever Brother membeli semua aset Ice Cream Polka, satu-satunya pesaing besar di Pakistan untuk es krim.

source: http://info-biografi.blogspot.com/2013/04/biografi-richard-wall-founder-walls-es.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s