Serial Pebisnis Handal : Sulaiman, Penggembala Bebek Jadi Juragan Telur Asin

Serial Pebisnis Handal

Menyongsong pergantian tahun, dari 2013 menuju 2014, blog Sembilan Bersama Media akan menghadirkan sosok-sosok spektakuler dalam bisnis, baik dari dalam dan luar negeri. Tokoh-tokoh tersebut akan kami rangkai dalam Serial Pebisnis Handal, yang akan mulai ditampilkan hari ini.

Tujuan menampilkan para pebisnis handal ini adalah sesuai dengan tagline blog, untuk memotivasi, menginspirasi dan mengindonesia (be motivated – be inspired – be Indonesia). Dengan mengetahui bagaimana perjalanan pebisnis sampai menjadi handal dan menangguk kesuksesan, pantas menjadi acuan siapa saja.

Membaca biografi tokoh sukses –meskipun yang ditampilkan di blog ini hanya sekilas– bagaikan menelusuri aliran air. Dari mata air di pegunungan, air terus mengalir melalui lembah, ngarai, bukit, pemukiman hingga akhirnya mencapai laut.

Dan, seperti menyesap manfaat air, kita sebagai pembaca akan terbawa dalam aliran perjalanan kesuksesan seorang tokoh. Pasang surut usaha, permodalan, dukungan keluarga dan tekanan ekonomi sekitarnya, adalah warna indah dalam perjuangan mereka meraih impian.

Bagi pembaca, dengan membaca kisah biografi akan dapat memetik hikmah. Bisa jadi, dari situ akan melahirkan ide-ide cemerlang untuk masa depan yang cerah. Ingat, metoda ATM (Amati, Tiru dan Amalkan) banyak terinspirasi dari kisah-kisah orang yang telah lebih dahulu mengalami kesuksesan. Selamat membaca………..

Sulaiman Bebek

Sulaiman, Mantan Penggembala Bebek Yang Jadi Jutawan Dari Bisnis Telur Asin

Hidup bagai roda yang berputar. Pepatah ini bisa menggambarkan kisah Sulaiman, pengusaha asal Sidoarjo. Pria yang pernah menjadi penggembala bebek ini kini telah menjadi pebisnis telur asin. Nama usahanya, Adonan Jaya. Kini, telur asin buatannya sudah menjangkau pasar di seluruh Indonesia, bahkan ekspor.

Kisahnya berawal ketika 1987, Sulaiman menerima tawaran menggembalakan bebek milik tetangganya di Desa Kebonsari, Sidoarjo, lantaran harus membantu  orang tua mencari uang.

Saat itu, karena tidak punya biaya, lulusan SMP ini tidak  bisa melanjutkan sekolahnya. “Setiap hari saya harus menggiring bebek ke sana ke mari untuk mencari makan. Saya sampai harus berenang di empang,” kenang pria kelahiran Sidoarjo 56 tahun silam ini.

Namun, ia tak berkecil hati. Bahkan, kondisi tersebut membuatnya  bertekad, suatu saat kondisinya akan berubah. Ia pun rajin bekerja dan tak takut mencoba berbisnis kecil-kecilan sembari menjadi penggembala.

Ia membeli telur dari peternak bebek di desanya, dan belajar mengolahnya menjadi telur asin. Telur-telur itu ia jual kepada tetangga dan ke pasar.

Setelah lima tahun berjalan, ia berhasil mengumpulkan modal untuk membuka usaha ternak bebek sendiri. Awalnya, ia hanya membeli 20 ekor bebek. Perlahan, jumlah ternak bebeknya bertambah berkali-kali lipat. Kini, ia memiliki 2.200 ekor bebek, yang bisa menghasilkan sekitar 1.000 – 1.500 telur dalam sehari.

Dengan demikian, Sulaiman tidak lagi mengandalkan pasokan telur dari peternak lain untuk diolah menjadi telur asin. Bapak dua anak ini bilang, ia membuat tiga jenis olahan  telur asin, yaitu telur asin biasa, sedang, dan istimewa.

“Kualitas istimewa bisa didapatkan ketika telur berukuran besar dan diperam dalam waktu lebih dari 20 hari. Rasanya masir, dengan warna kuning kemerahan dengan sedikit lelehan minyak ketika dibelah menjadi dua,” ungkapnya.

Sementara, telur asin kualitas sedang, ukurannya sedikit lebih kecil dibanding tipe istimewa, dengan masa peram kurang dari 10 hari.

Sulaiman mengaku, dengan punya peternakan sendiri, ia memang bisa lebih leluasa merencanakan kualitas telur asin buatannya. Contohnya, ternak bebek diberi makan campuran kulit udang, kupang putih dan bekatul. Campuran pakan itu supaya warna kuning telurnya menjadi kemerahan dan ukuran telur lebih besar dan bercangkang tebal.

Usahanya terus berkembang dan produk telur asin buatan Sulaiman sudah merambah hingga Jakarta, Bandung, dan Medan. Bahkan, bisa menembus pasar ekspor. Ini juga karena adanya dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo.

Sekarang, Sulaiman mampu menghasilkan 1.500 butir telur asin sehari, dengan harga jual Rp 3.000 per butir. Alhasil, ia bisa meraup omzet sekitar Rp 135 juta sebulan.

Sumber:

http://www.eciputra.com/berita-4231-sulaiman-mantan-penggembala-bebek-yang-jadi-jutawan-dari-bisnis-telur-asin.html

Foto:

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/dulu-penggembala-kini-pengusaha-telur-asin-1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s