Makanan Masa Kecil yang Diwaralabakan

Di Indonesia bisnis waralaba atau franchise menjadi tren dalam satu dasawarsa terakhir. Berbagai macam bidang usaha dikembangkan dengan system franchise. Mulai usaha gorengan, minuman tradisional, fotokopi, broker perumahan sampai bimbingan belajar semua diwaralabakan.

Keuntungan bisnis ini memang sangat menggiurkan. Dalam waktu yang relative singkat, bisnis bisa menggurita di mana-mana. Tidak hanya sekadar “menguasai” pulau Jawa atau Indonesia saja, franchiser lokal yang sukses mampu menembus pasar mancanegara.

System yang dikembangkan dalam waralaba memungkinkan kecepatan penetrasinya begitu cepat. Setiap orang, tanpa latar belakang pendidikan ataupun pengalaman dapat memulai berbisnis dalam system ini. Bahkan, saking mudahnya, bisnis waralaba dapat dijalankan sebagai usaha sampingan. Ini menguntungkan bagi karyawan yang dapat terus bekerja tetapi memiliki income tambahan dari bisnis waralabanya.

Namun, tidak semua waralaba semanis promosinya. Beberapa pembeli bisnis ini harus menanggung kerugian karena modalnya tidak kunjung kembali. Banyak faktor penyebab timbulnya kerugian dalam bisnis waralaba diluar adagium “dalam bisnis kalau tidak untung ya rugi” yang biasa terdengar.

Berbagai “persyaratan” penting dalam bisnis waralaba harus diperhatikan seperti produk waralaba, lokasi usaha, potensi pelanggan dan kondisi sosial masyarakat sekitarnya. Ini diluar manajemen waralaba yang berbeda-beda terkait profesionalitas pemilik waralaba.

Nah, salah satu contoh pemilik waralaba yang sukses besar dengan bisnis ini adalah Hendy Setiono. Pemilik waralaba Kebab Turki Baba Rafi ini telah berkibar selama 10 tahun dan berkembang sampai mancanegara.

Dengan 1200 outlet (23 di Malaysia dan 7 di Filipina), Hendy menargetkan mencapai 4000 outlet dalam lima tahun ke depan. Saat ini, ia tengah menjajaki kemungkinan untuk membuka gerai di Timur Tengah dan Eropa. Negara-negara Eropa seperti Belanda, Jerman, Belgia dan Inggris adalah target utamanya, dimulai dari Belanda yang telah memasuki persiapan final.

Bagaimana perjuangan, apa dan siapa Hendy Setiono owner Kebab Turki Baba Rafi, berikut ini kisahnya yang kami rangkum dari berbagai sumber. Semoga menginspirasi……….

Makanan Masa Kecil yang Diwaralabakan

Membuka usaha kebab pada tahun 2003 di Surabaya, mulanya ia berniat untuk menasionalkan kebab yang merupakan makanan favoritnya sewaktu kecil. Tapi melihat antuasiasme yang sedemikian besar, niat itu pun berubah menjadi “The World’s Biggest Kebab Chain”, bahkan ia juga bermimpi untuk menggapai “Global Success and Influence”.

Hendy Setiono lahir di Surabaya pada 30 Maret 1983 dari pasangan Ir. H. Bambang Sudiono dengan Endah Setijowati. Masa kecilnya ia dihabiskan di Surabaya, kemudian pindah ke Bontang. Pendidikan SD-nya ia habiskan di Bontang dan tamat di Amerika Serikat. Kemudian, pendidikan SMP-nya ia kembali ke Bontang. Pendikan SMA-nya ia habiskan di Surabaya. Setamatnya dari SMA, ia kuliah di ITS Surabaya, namun pada semester 4, ia keluar karena ia membuat bisnis kebab. Ia menikah muda dengan sang istri, Nilam Sari, serta dikaruniai tiga anak, yaitu Rafi Darmawan, Reva Audrey Zahifa, dan Ready Enterprise.

Kehidupan Bisnis

Bisnis yang ia geluti terinspirasi dari perjalanannnya ke negara Qatar, tempat di mana ayahnya bekerja pada perusahaan minyak di sana. Ia menemui banyak penjual kebab dan ia menuju penjual kebab yang sangat ramai pengunjungnya. Setelah memakan kebab tersebut, ia terbesit pikiran untuk membuka usaha kebab tersebut di Indonesia.

Pada September 2003, gerobak jualan kebabnya beroperasi di Nginden Semolo, tak jauh dari kampus dan rumahnya. Bersama Hasan Baraja, temannya, ia memodifikasikan rasa dan ukuran kebabnya agar lebih cocok dengan orang Indonesia. Dengan modal Rp4.000.000,- pinjaman dari adik perempuannya, ia berjualan kebab dengan seorang karyawan.

Ingin lebih penuh dalam menjalankan bisnis, ia harus berhenti kuliah pada semester 4. Kedua orang tuanya tidak setuju jika anak sulungnya keluar dari bangku kuliah untuk melakukan bisnis dan menganggap proyeknya hanya sebatas iseng. Namun, dalam hati ia membuktikan kelak ia akan berhasil.

Pada tahun 2005, usaha kebabnya sudah diwaralabakan dan pendirian PT. Baba Rafi Indonesia sebagai pemegang merek dagang Kebab Turki Baba Rafi. Saat ini, gerai miliknya sudah mencapai lebih dari 1000 di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Pendidikan

  • Diploma Lanjutan E-Commerce Komputer Informatika Sekolah Pendidikan Singapura (2003-2004)
  • Diploma E-Commerce Sekolah Pendidikan Informatika Komputer Singapura (2002-2003)
  • Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Jawa Timur (2000-2002, tidak tamat)
  • SMU Negeri 5 Surabaya, Jawa Timur (1997-2000)
  • SMP Vidatra Bontang, Kalimantan Timur (1994-1997)
  • Twinbrook Maryland Elementary School, Amerika Serikat (1992-1994)
  • SD YPVDP Bontang, Kalimantan Timur (1989-1992)

Penghargaan

Ia mendapatkan banyak sekali penghargaan dalam skala nasional maupun internasional. Berikut ini sederetan penghargaan yang diraih oleh ia selama menjalankan usahanya.

2005:

  • Pemenang 1 “Rencana Bisnis Pengusaha” di Petra Universitas Surabaya
  • Juara 1 dalam “Membuat Uang Dengan Persaingan Tidak ada” di Makassar

2006:

  • “Asia’s Best Entrepreneur Under 25 Years” oleh majalah BusinessWeek
  • “10 People Of The Year 2006” oleh Majalah Tempo
  • Pemenang “Enterprise 50” – Pengusaha Hottest pada tahun 2006 oleh Majalah SWA
  • Pemenang “Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad 21” oleh Profesi Indonesia
  • Pemenang “Kecil dan Menengah Penghargaan Bisnis Pengusaha Indonesia” (ISMBEA 2006) oleh Kemenegkop dan UKM

2007:

  • Inspirator “Suara Perubahan” oleh A Mild Live Soundrenaline 2007
  • Pemenang “Wirausaha Muda Mandiri 2007” (Kategori Pasca Sarjana dan Alumni) oleh Bank Mandiri
  • Pemenang “Best Achievement – Pengusaha Muda Penghargaan 2007” oleh Bisnis Indonesia
  • Pemenang “Waralaba Terbaik 2007” – Kategori F&B Lokal oleh Majalah Pengusaha
  • Pemenang “Manusia Berprestasi 2007” oleh Yayasan Citra Profesi Indonesia
  • Pemenang “Penghargaan Pengusaha Indonesia Terbaik 2007” dengan Penghargaan Profesional Indonesia (IPA).
  • Pemenang “Indonesian Best Start Up Perusahaan 2007” oleh Yayasan Prestasi Indonesia
  • “Pengusaha Jawara 2007” oleh Kontan

2008:

  • Pemenang “Asia Pasific Entrepreneurship Awards 2008” – Kategori Paling Menjanjikan oleh Enterprise Asia dari Malaysia
  • Duta Indonesia untuk “Forum Iklim Pemimpin Muda Asia” oleh British Council
  • Pemenang “Annual Award of the Most Favorite Leadership 2008” oleh The Leadership Award 2008
  • “TOP 10 Indonesia Franchisor of The Year 2008” oleh Info Franchise Magazine

2009:

  • Pemenang Ernst & Young Entrepreneur of the Year – “Special Award Entrepreneurial Spirit 2009” oleh Ernst & Young
  • “Waralaba Terbaik untuk Investasi 2009” oleh Majalah SWA
  • Pemenang 1 “Indonesia Young Franchise Entrepreneur Award” oleh majalah Info Franchise
  • Pemenang “TOP 30 Best ASEAN Franchise” oleh majalah Info Franchise
  • Pemenang “The Best Marketing – Indonesia Franchisor Of The Year 2009” oleh majalah Info Franchise
  • Pemenang “Asia Pasific Entrepreneurship Awards 2009” – Outstanding Category oleh Enterprise Asia dari Malaysia

2010:

  • Pemenang “Anugerah Peduli Pendidikan di Perusahaan Categorized” oleh Kemdikbud Indonesia

Source: http://www.hendysetiono.com/?page_id=71

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s