Saatnya Perempuan Bicara: Gina Rinehart, Ratu Bijih Besi dari Australia

Memperingati hari Kartini, 21 April 2013, Sembilan Bersama Media akan menampilkan tokoh-tokoh perempuan –dalam dan luar negeri– yang sukses di bidangnya masing-masing. Tokoh-tokoh tersebut terbukti telah membawa perubahan besar dalam hidupnya, dan bermanfaat tidak saja bagi diri dan keluarganya sendiri tetapi juga orang-orang di sekitarnya, masyarakat, bangsa dan negaranya.

Para perempuan itu, bertebaran di seluruh dunia. Mereka, melalui kreativitas, motivasi dan kerja kerasnya mampu menghasilkan sesuatu yang “berarti” bagi banyak orang. Beragam alasan mengapa para perempuan tersebut berjuang untuk membangun usaha, menjadi entrepreneur dan membangun professionalisme tanpa meninggalkan kewajibannya dalam urusan domestik alias rumah tangga.

Semangat untuk memberikan arti bagi banyak orang tersebut, telah terpatri dalam diri mereka melalui visi dan misi yang diusung. Perjuangan untuk mewujudkan impian pun terasa sarat makna karena melalui berbagai rintangan yang berat tetapi tetap dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Untuk pertama kali, akan ditampilkan tokoh perempuan dari Benua Hitam, Afrika. Bukan apa-apa, perkembangan kemajuan disana dari sisi ekonomi cukup fantastis. Di satu sisi, situasi sosial, politik dan keamanan pada sebagian negara kacau tetapi masih menyisakan perempuan entrepreneur luar biasa.  Artinya, ada sisi di mana perekonomian Afrika sedang menggeliat dan bersiap untuk mengejar ketertinggalannya.

Bisa jadi kebangkitan negara-negara Afrika akan menjadi peluang bagi Indonesia. Oleh karena itu, persiapkan diri untuk menyambutnya. Siapa tahu, kita di Indonesia akan “kecipratan” pertumbuhan ekonomi di negara-negara tersebut. Jadi, pada masanya nanti tidak hanya produsen pakaian saja yang meraup keuntungan dari benua Afrika, tetapi juga bidang usaha yang lain.

Nah, silakan disimak bagian keempat dari momentum peringatan Hari Kartini dengan tagline: Saatnya Perempuan Bicara. Terima kasih…………….

Gina Rinehart, Ratu Bijih Besi dari Australia

Hanya dalam waktu dua bulan kekayaannya melonjak drastis lebih dari USD10 miliar. Bukan tidak mungkin, di tahun-tahun berikutnya dia bakal meraih predikat orang terkaya di dunia.

Sebuah lompatan besar! Begitulah prestasi yang dicapai Gina Rinehart. Dalam dua bulan, pengusaha pertambangan asal Australia ini mampu meraih pendapatan USD10 miliar. Seperti dilansir Business Review Weekly (BRW), kekayaan Rinehart melonjak fantastis dari USD18,7 miliar (versi majalah Forbes, Maret 2012) menjadi USD29,1 miliar. Padahal, Maret lalu nama Rinehart berada di urutan keempat Wanita Terkaya di Dunia dalam daftar Forbes.

Kini dengan kekayaan USD29,1 miliar, majalah BRW menobatkan “Ratu Bijih Besi” itu sebagai wanita terkaya di dunia, melesat di depan pewaris Wal-Mart Christy Walton yang dinobatkan Forbes di urutan pertama Wanita Terkaya pada Maret lalu dengan kekayaan USD25,3 miliar. Fakta ini seraya mengabaikan penobatan majalah Forbes terhadap Rinehart dalam daftar miliarder global. Pada saat yang sama, fakta ini menuai pertanyaan; bagaimana Rinehart yang saat ini memimpin industri pertambangan Hancock Prospecting bisa meraih kekayaan lebih dari USD10 miliar hanya dalam waktu dua bulan?

Seperti diungkapkan James Thomson, mantan editor BRW Rich 200 (daftar miliarder versi BRW), penilaian Forbes tidak mengambil pendekatan yang sangat konservatif ketika datang untuk menilai aset pribadi dan aset khusus yang belum dikembangkan. “Sementara penilaian BRW terhadap Rinehart tampaknya agak agresif. Majalah ini (BRW) telah melakukan pekerjaan yang baik untuk meletakkan penalarannya,” ungkap Thomson seperti dilansir Crikey, majalah elektronik Australia.

BRW memberikan sebuah penilaian yang lebih jelas kepada Rinehart. Misalnya tentang proyek Hill Roy 1 senilai USD12,8 miliar ketika Korea Selatan dan kelompok baja Jepang membeli 30% saham Hancock Prospecting. Hal ini membuat Rinehart menguasai saham senilai USD8,96 miliar. Begitu juga dengan nilai sahamnya di tambang Hope Downs 1 yang dioperasikan Rio Tinto. Berdasarkan harga bijih besi USD144,73 dan menggunakan kelipatan 10,2, membuat nilai USD9,7 miliar terhadap saham Rinehart dalam operasi ini.

Lalu, nilai proyek pertambangan Hope Downs 4 yang rencananya akan beroperasi pada 2013 dengan menggunakan asumsi yang sama mendapat nilai USD3,1 miliar. Harga bijih besi yang digunakan USD144 per ton tidak jauh berbeda dengan laporan terbaru BHP Billiton seperti diungkapkan pimpinannya, Marius Kloppers, di mana harga bijih besi telah turun dari harga puncak USD180 tahun lalu menjadi sekitar USD135. Pekan lalu anggaran negara bagian Barat Australia mengasumsikan harga bijih besi akan turun menjadi USD115,20 per ton pada periode 2012-2013 dan USD102,90 per ton pada tahun berikutnya. Dari perhitungan tersebut, nilai kekayaan Rinehart mencapai USD21,76 miliar.

Lalu, sisanya berasal dari menjumlahkan aliran royalti Rinehart dari Hamersley Iron,sahamnya di proyek pertambangan mangan Downs Nicholas dan dua proyek batu bara yang belum dikembangkan di Queensland (sebuah usaha kerja sama), yang nilainya mencapai USD8 miliar.Kemudian kekayaan Rinehart lain diperoleh dari pendapatan di Fairfax dan saham di Ten Network. Hal ini membuat perhitungan BRW benar-benar masuk akal dan menempatkan harga pada aset yang belum dikembangkan yang menggunakan asumsi berdasar. Saat ini Rinehart sedang bertarung di jalur hukum dengan ketiga anak terkait persoalan penguasaan perusahaan.

“Tentu saja, saat dibuat argumen bahwa penilaian kekayaan Rinehart USD29 miliar terlalu tinggi, mungkin juga bisa diperdebatkan bahwa nilai itu terlalu rendah,” tandas Thomson. Karena itu, jika Rinehart dapat menyelesaikan pertempuran hukum dengan anak-anaknya, dan harga bijih besi terus mengalami prospek menjanjikan, tidak mustahil beberapa tahun ke depan total kekayaan Rinehart akan mencapai sekitar USD100 miliar.

Pencapaian Rinehart ini membuat Amerika Serikat (AS) tidak lagi bisa mengklaim sebagai negara yang menempatkan orang terkayanya di posisi puncak. Bill Gates kehilangan kursi “terkaya” dan menyerahkan mahkotanya kepada Carlos Slim, pengusaha Meksiko. Sekarang giliran Rinehart yang menyandang wanita terkaya menggusur Walton, yang selama tujuh tahun memegang mahkota Wanita Terkaya di Dunia. Perempuan yang kini terlibat dalam persengketaan dengan ketiga anaknya di pengadilan mendapat keuntungan besar dari ledakan kebutuhan kekayaan alam Australia.

Pundi-pundi kekayaan Rinehart terus membengkak USD598 per detik atau lebih dari USD1 juta setiap setengah jam atau USD52 juta per hari. “Dengan kekayaan sebesar itu, dia dapat membelikan dua iPad untuk 22,9 juta warga Australia atau menghapus kelaparan dunia selama setahun. Jika itu belum cukup,dia dapat memainkan game monopoli menggunakan semua rumah mewah di lokasi paling mahal di Australia, Wolseley Road, Point Piper,” ungkap laporan Sydney Morning Herald.

Sementara itu, menurut Andrew Heathcote, editor BRW Rich 200, seperti dikutip situs news.com.au, dengan total kekayaan itu, Rinehart berpotensi menjadi orang terkaya di dunia mengalahkan taipan telekomunikasi Meksiko, Carlos Slim Helu, yang memiliki total kekayaan USD69 miliar. Total kekayaan yang berhasil dikumpulkan ahli waris dari Hancock Prospecting Pty Ltd ini meningkat seiring aliran investasi asing ke berbagai proyek baru dan naiknya jumlah produksi serta membaiknya harga bijih besi dalam enam bulan terakhir. “Bila permintaan barang-barang tambang tetap kuat, kenaikan kekayaannya dalam bilangan miliar dolar AS bukan hal yang mustahil,” kata Heathcote.

Rinehart pertama kali masuk dalam daftar orang kaya dunia sejak 1992. Ketika itu, total kekayaan anak tunggal dari pasangan Lang Hancock dan Margareth Hope ini baru senilai USD73,2 juta, hanya berselang 20 tahun, saat dia pertama kali masuk dalam daftar wanita terkaya BRW dengan kekayaan USD75 juta, kini hartanya 386 kali lipat lebih besar.

Kekayaan Rinehart memang bukan murni atas kerja keras dirinya mulai nol, melainkan bersumber dari warisan ayahnya. Tapi, hal ini dinilai wajar karena Hancock selama hidupnya mengajarkan putrinya cara mengelola perusahaan yang didirikannya pada 1955 itu. Hancock kerap memberikan saran, motivasi, dan semangat kepada Rinehart selama hidupnya. (*/Harian Seputar Indonesia)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/internasional/wanita/17358-gina-rinehart-ratu-bijih-besi-dari-australia.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s