Saatnya Perempuan Bicara

Menjelang peringatan hari Kartini, 21 April 2013, Sembilan Bersama Media akan menampilkan tokoh-tokoh perempuan –dalam dan luar negeri– yang sukses di bidangnya masing-masing. Tokoh-tokoh tersebut terbukti telah membawa perubahan besar dalam hidupnya, dan bermanfaat tidak saja bagi diri dan keluarganya sendiri tetapi juga orang-orang di sekitarnya, masyarakat, bangsa dan negaranya.

Para perempuan itu, bertebaran di seluruh dunia. Mereka, melalui kreativitas, motivasi dan kerja kerasnya mampu menghasilkan sesuatu yang “berarti” bagi banyak orang. Beragam alasan mengapa para perempuan tersebut berjuang untuk membangun usaha, menjadi entrepreneur dan membangun professionalisme tanpa meninggalkan kewajibannya dalam urusan domestik alias rumah tangga.

Semangat untuk memberikan arti bagi banyak orang tersebut, telah terpatri dalam diri mereka melalui visi dan misi yang diusung. Perjuangan untuk mewujudkan impian pun terasa sarat makna karena melalui berbagai rintangan yang berat tetapi tetap dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Untuk pertama kali, akan ditampilkan tokoh perempuan dari Benua Hitam, Afrika. Bukan apa-apa, perkembangan kemajuan disana dari sisi ekonomi cukup fantastis. Di satu sisi, situasi sosial, politik dan keamanan pada sebagian negara kacau tetapi masih menyisakan perempuan entrepreneur luar biasa.  Artinya, ada sisi di mana perekonomian Afrika sedang menggeliat dan bersiap untuk mengejar ketertinggalannya.

Bisa jadi kebangkitan negara-negara Afrika akan menjadi peluang bagi Indonesia. Oleh karena itu, persiapkan diri untuk menyambutnya. Siapa tahu, kita di Indonesia akan “kecipratan” pertumbuhan ekonomi di negara-negara tersebut. Jadi, pada masanya nanti tidak hanya produsen pakaian saja yang meraup keuntungan dari benua Afrika, tetapi juga bidang usaha yang lain.

Nah, silakan disimak bagian pertama dari momentum peringatan Hari Kartini dengan tagline: Saatnya Perempuan Bicara. Terima kasih…………….

Isabel dos Santos: Miliuner Wanita Pertama di Afrika

Benua hitam Afrika sering diidentikkan dengan kemiskinan dan keterbelakangan di berbagai aspek kehidupan. Namun, selama beberapa tahun terakhir ini Afrika menunjukkan potensinya. Salah satu penanda naiknya kesejahteraan penduduk Afrika ialah dengan munculnya entrepreneur di sana.

Isabel dos Santos adalah salah satu entrepreneur tersebut. Santos adalah anak perempuan sulung dari presiden Angola Jose Eduardo dos Santos. Kekayaan bersihnya tercatat sebesar lebih dari 1 miliar dollar AS menurut riset yang dilakukan oleh Forbes. Dengan demikian, ia memegang gelar sebagai “miliuner perempuan pertama dari Afrika”.

Isabel dos Santos mempelajari disiplin ilmu teknik saat kuliah di King’s College, London. Meskipun keluarganya sudah cukup berada, ia berinisiatif untuk mendirikan perusahaannya sendiri saat berusia 24 tahun di tahun 1997 di kota Luanda, Angola. Usahanya saat itu berbentuk sebuah rumah makan yang ia namai “Miami Beach”.

Sejak saat itulah, Santos terus menekuni dunia bisnis secara lebih intensif. Ia bahkan bekerja sebagai salah satu anggota dewan direksi di sejumlah perusahaan di Angola dan Portugal. Sebagai seorang pebisnis wanita, perannya dalam pengambilan keputusan di perusahaan-perusahaan yang ia pimpin tidak dapat dianggap sepele. Ia turut serta mengambil keputusan strategis dengan para pemimpin bisnis pria.

Pada bulan Mei 2012, Santos memperkukuh posisinya di ZON Multimedia dengan menaikkan persentase sahamnya di perusahaan TV kabel terbesar di Portugal tersebut. Ia yang semula hanya menguasai 4,9% kemudian menggenggam 14,9%. Ia kemudian menaikkan kembali persentase sahamnya melalui dua perusahaan miliknya Kento dan Jadeium dan kini memiliki 28,8% saham keseluruhan ZON, yang setara dengan 385 juta dollar. Ia menduduki jabatan direksi ZON dan berperan sebagai pemegang saham terbesar di sana.

Santos juga memiliki 19,5% Banco BPI, salah satu bank yang sahamnya diperdagangkan untuk umum. Sahamnya setara dengan 465 juta dollar.

Sementara itu di Angola sendiri, Santos menduduki kursi direksi di Banco BIC dan dilaporkan telah mengantongi 25% saham di bank, yang setara dengan 160 juta dollar AS. Sejumlah sumber yang tepercaya dalam dunia telekomunikasi di Angola mengatakan pada Forbes bahwa ia duduk di dewan direksi Unitel, salah satu jaringan ponsel terkemuka di Angola dan menjadi pemegang 25% saham di perusahaan itu. Saham itu sendiri setara dengan 1 miliar dollar sebagai batas bawah, menurut sejumlah analis telekomunikasi.

Bagaimana seorang wanita 40 tahun memulai satu restoran dan kemudian mengembangkan bisnisnya menjadi sedemikian besar? Seorang profesor mengatakan transparansi bisnis di Angola belum begitu baik sehingga tidak dapat dipastikan apakah dana sebesar itu dari sumber yang tidak melanggar hukum atau norma. Di tengah spekulasi negatif tersebut, harus diakui bahwa sedang terjadi arus masuk dana yang besar ke Angola. Pemasukan dari sektor minyak melesat tajam seiring dengan kondisi yang makin kondusif untuk dunia usaha. Peperangan di sana telah berakhir. Dari 3 miliar dollar di tahun 2002, jumlah itu kemudian meroket hingga menjadi 60 miliar dollar di tahun 2008 menurut Lewis yang mengatakan bahwa sarana dan prasarana di Angola makin baik dari waktu ke waktu. (*AP)

source: http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/internasional/wanita.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s