Kesuksesan Bisnis Tidak Tergantung Pada Peluang

Kesempatan memang tidak pernah datang untuk kedua kalinya, begitu kata orang. Oleh karena itu, banyak sekali yang menyarankan untuk selalu bersiap menangkap peluang dan memanfaatkannya secara maksimal.

Meskipun demikian, tidak selamanya peluang yang sudah ada di tangan dapat berguna bagi pemiliknya. Banyak peluang dan kesempatan yang sudah berada dalam genggaman justru disia-siakan begitu saja. Pemilik peluang, bukan tidak sadar terhadap apa yang dilakukannya, namun terbentur passion dalam menjalankannya.

Seringkali, orang cenderung berpegang pada keinginan untuk mengembangkan diri dengan menangkap peluang yang melintas di hadapannya. Masalahnya, ketika peluang sudah ditangan  ketika dilanjutkan dalam pengelolaan timbul kebingungan.

Peluang yang sudah diambil tersebut merupakan bidang yang sama sekali tidak dikuasai. Akibatnya, kerugian lambat laun akan menggerogoti bisnisnya. Pada akhirnya peluang yang tanpa dilandasi oleh passion dalam menjalankannya, ujung-ujungnya gulung tikar setelah beberapa lama.

Kisah mengelola bisnis minim passion berikut ini mungkin bisa dijadikan contoh. Silakan disimak…….. 

Bisnis Tak Hanya Sekadar Peluang

Risiko bisnis adalah rugi, bangkrut, dan kemudian ditutup. Pekan ini, salah satu usaha kecil kami yaitu toko pakaian, kami tutup. Alhamdulillah tidak meninggalkan hutang, hanya saja modal milik saya, istri dan dua anak saya tidak kembali utuh. Kerugianpun hanya beberapa ratus juta. Harta itu milik Allah, kita hanya diamanahi untuk mengelola. Saat harta itu diambil yang punya, maka ikhlaskanlah.

Ada beberapa kesalahan dalam bisnis toko pakaian ini yang menyebabkan merugi dan kemudian kami tutup. Sengaja saya tulis agar bisa menjadi pelajaran mendalam bagi saya dan para pembaca semua. Tidak ada maksud menyesal dan mengeluh, kami sangat memahami bahwa kerugian itu adalah risiko bisnis. Biasa saja, enjoy saja…

Kesalahan pertama, salah memberi nama. Toko ini awanya bernama Riani Busana. Apa kesan Anda membaca nama itu? Kebanyakan yang saya tanya menjawab, “Toko busana yang menjual baju orang-orang dewasa.” Padahal mayoritas yang dijual adalah busana untuk anak-anak.

Di perjalanan akhirnya namanya kami ganti Bocah Shop. Awalnya laris manis, namun di tengah perjalanan pengelola toko tergoda untuk membeli busana orang dewasa dengan alasan banyak yang meminta. Faktanya, yang minta hanya beberapa tetapi belinya dalam jumlah besar. Stok numpuk tak laku walau dijual obral sekalipun. Namanya Bocah Shop tetapi busana yang dijual banyak untuk orang dewasa.

Kesalahan kedua, merekrut karyawan karena ingin menolong bukan kompetensi. Apakah tidak boleh menolong? Tentu boleh, tetapi bila ingin dijadikan karyawan pertimbangan utamanya adalah kompetensi. Atau bila ingin menolong ya menolong saja tidak perlu ada embel-embel dipekerjakan. Jangan merasa “sok pahlawan” padahal itu merugikan. Orang yang dipekerjakanpun bisa stres karena bekerja tidak sesuai dengan kemampuannya.

Kesalahan ketiga, membuka bisnis hanya karena ada peluang. Ternyata, ilmu yang saya peroleh saat pelatihan kewirausahaan 11 tahun lalu yaitu “bila ada peluang bisnis segera ambil itulah pebisnis” tidak selamanya tepat. Peluang harus diimbangi dengan passion atau ketertarikan kita terhadap bisnis itu. Tanpa itu, bisnis sulit tumbuh bahkan bisa berujung kebangkrutan.

Saya sama sekali tidak tertarik dengan bisnis busana, istri saya juga hanya biasa-biasa saja. Dampaknya, sedikit sekali “sentuhan” tangan saya dalam bisnis ini. Bisnis yang penting jalan, tak ada kreativitas dan tak ada gairah. Bisnis hanya seolah mengisi kekosongan waktu namun tanpa visi yang jelas dan terarah.

Terima kasih ya Allah, Engkau telah mengamanahi kami 8 tahun untuk mengelola bisnis busana ini. Semoga menjadi amal sholeh bagi keluarga kami dan pelajaran berharga buat kami. Kami yakin, tak ada yang sia-sia yang kami lakukan selama kami selalu mengingat-Mu dalam semua aktifvitas. Kau-lah Pemberi Rezeki. Kau-lah yang Maha Tahu kehidupan terbaik bagi kami. I Love You, wahai Sang Maha Tahu…

Salam SuksesMulia!

Sumber:  http://www.jamilazzaini.com/bisnis-tak-hanya-sekadar-peluang/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s