Kerja Keras, Kerja Keras dan Kerja Keras

Tentu rangkaian kata ini sangat memiliki makna bagi yang memahami arti perjuangan mencapai cita-cita. Ya, kerja keras, kerja keras dan kerja keras adalah salah satu kunci untuk mencapai masa depan gemilang.

Kerja keras, tidak hanya dalam artian bekerja dengan keras seperti yang dilakukan oleh para pekerja di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan, tetapi kerja keras dilakukan oleh siapa saja. Termasuk generasi muda yang berusaha keras menempa diri, menimba ilmu demi masa depannya.

Kerja keras juga dilakukan oleh para perempuan untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik, disamping titian karier yang menantinya. Perempuan harus bekerja keras agar mampu membagi waktunya dengan baik, sehingga mampu menjalankan dua tugas sekaligus.

Kerja keras juga dilakukan oleh kaum laki-laki, yang secara psikologis dituntut untuk “lebih” berperan dibandingkan perempuan. Mereka bekerja keras tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga, tetapi juga peningkatan karier dan masa depan anak keturunannya.

Makna kerja keras, semakin memberikan arti ketika perlahan namun pasti terjadi peningkatan. Mulai taraf hidup, keterampilan, keahlian, kepandaian, kesejahteraan dan lain-lain berkembang menjadi lebih baik.

Peningkatan tersebut semakin terasa “manis” karena timbul kesadaran bahwa untuk mencapai semuanya tidak diperoleh secara instan belaka.  Memerlukan waktu dan proses yang harus dijalani sehingga terjadi perubahan yang diinginkan.

Artinya, sikap dan etos kerja keras harus dibangun dalam diri setiap generasi muda. Dengan merasuknya etos kerja keras dalam kehidupan bangsa, kemajuan di segala bidang akan bergerak bersamaan. Kesejahteraan, pemerataan dan kemajuan yang diharapkan serta dicita-citakan pendiri bangsa pun akan tercapai oleh seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, marilah kita gugah seluruh rakyat Indonesia, utamanya generasi muda untuk mengedepankan kerja keras. Jangan terbuai mimpi-mimpi indah yang disodorkan oleh sinetron dari stasiun TV.

Kehidupan yang sedang berjalan memerlukan penanganan segera dan tidak dapat ditunda-tunda. Kerja keras adalah solusi untuk mengatasi permasalahan hidup yang terjadi, bukan dengan berhayal kedatangan Ibu Peri. Mari bekerja keras demi masa depan kita, masa depan anak cucu dan masa depan bangsa Indonesia.

Salah satu contoh generasi muda yang bekerja keras untuk masa depannya adalah Tania Gunadi yang mampu menembus industry perfileman dunia, Hollywood. Tentu tidak gampang, karena Mojang Bandung ini pertama kali datang ke USA kemampuan bahasa Inggrisnya sangat parah. Tetapi berkat kerja keras, sekali lagi kerja keras, semua hambatan dapat teratasi. Bagaimana kisahnya, berikut ini artikel lengkapnya dari laman Motivator No. 1 Indonesia, Andrie Wongso. Selamat membaca………..

Tania Gunadi: Mojang Bandung Jadi Artis Hollywood

Beberapa waktu lalu menemukan orang Indonesia yang bisa berperan di industri film Hollywood sulitnya bukan main. Apalagi menemukan wajah mereka di layar lebar, bersatu dengan bintang-bintang besar.

Namun belakangan ini, pelan-pelan sejumlah nama Indonesia mulai muncul di sana baik sebagai artis, penata artistik, penyanyi, penata rias, dan sebagainya. Salah satunya adalah Tania Gunadi. Perempuan kelahiran Bandung 29 Juli 1983 ini, ternyata sudah 9 tahunan berkiprah di industri film Hollywood.

Awal kiprahnya boleh dibilang tak sengaja. Tahun 2000 ia mendapatkan Green Card atau izin tinggal di Amerika Serikat. Selanjutnya, ia tinggal di Los Angeles (kakaknya sudah lebih dulu berada di sana). Sambil melanjutkan sekolah ia bekerja di Pizza Hut dengan tugas menyapu lantai, membersihkan dapur, dan membuat piza. Bahasa Inggrisnya pun masih belum bagus.

Suatu hari, temannya memberi info bahwa ada audisi di Disney Channel untuk iklan Disneyland. Menurut temannya, Tania hanya perlu “berteriak” dalam audisi itu. Karena terpengaruh temannya, ia mencoba ikut. Ternyata ia diterima. Jadilah Tania berperan dalam iklan tersebut. Sejak saat itu, ia makin tertarik pada dunia akting di sana. Apalagi bayarannya lumayan.

Untuk memudahkan niatnya, ia memperdalam bahasa Inggris dan belajar akting. Tekadnya sudah bulat ingin menjadi artis Hollywood! Namun itu tak mudah. Pernah suatu ketika dalam satu audisi, seorang produser menyebutkan ia tak punya bakat. Terlebih-lebih bahasa Inggrisnya yang belepotan. “Lebih baik kamu cari pekerjaan lain,” ujar Tania pada VoA Indonesia, menirukan produser itu.

Meski begitu ia tak patah semangat. Bahasa Inggrisnya terus ia fasihkan dan aktingnya terus ia asah. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil. Tahun 2001 ia sudah bisa mendapatkan peran kecil di sebuah film televisi berjudul “A Real Job”. Tahun 2002, perannya makin meningkat dengan main di serial “Even Stevens” yang diputar di Disney Channel. Tania berperan dalam dua episode sebagai Allison Wong.

Setelah itu ia berperan dalam serial “Always Sunny in Philadelphia”, “Boston Public”, “The Inside”, “Aaron Stone”, dan sebagainya. Kebanyakan hanya berperan untuk satu atau dua episode. Namun di Aaron Stone ia mendapat peran besar sebagai Emma Lau dan main dalam 21 episode.Tania juga kebagian peran di film laris “Star Trek” (sebagai perwira), “Possesions”, dan “Unconditionally” (2010).

Apa yang dilakukan Tania sungguh inspiratif. Ini membuktikan bahwa jika berbekal tekad kuat, pikiran positif, dan perjuangan nyata, Hollywood yang oleh kebanyakan orang dianggap sulit ditembus, terbukti bisa ia taklukkan. Kita tunggu saja kiprah mojang Bandung ini untuk bermain dalam film besar Hollywood yang akan membuat namanya mendunia! Luar Biasa!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s