Ingin Sukses? Harus Konsisten

Setiap orang selalu mendambakan kesuksesan. Jamak sekali, orang tua dalam doanya berpengharapan agar anak-anaknya menggapai sukses lebih dari yang mereka capai. Bahkan, ketika sang anak baru lahir, setiap orang tua sudah menggantungkan harapan kesuksesan pada namanya.

Orang tua juga berusaha untuk mewujudkan harapan-harapannya dengan mengawal perkembangan anak-anaknya. Berbagai upaya dijalankan demi menyiapkan dan mengarahkan sang anak agar mampu menempuh perjalanan hidup yang bermuara pada kesuksesan di masa mendatang.

Meskipun demikian, segala upaya tersebut sangat tergantung pada kemauan sang anak sendiri dalam mewujudkan mimpi-mimpinya. Perbedaan antara impian orang tua dan bayangan masa depan anak, bisa jadi akan menjauhkan dari kesuksesan. Pertentangan tersebut dapat menyebabkan terhambatnya kesuksesan yang diharapkan.

Satu hal yang harus diperhatikan oleh orang tua, anak-anak ataupun setiap orang, bahwa tidak ada kesuksesan yang bersifat instan. Seperti juga padi yang tidak dapat dipanen dalam semalam, kesuksesan pun demikian adanya. Untuk mencapainya, memerlukan waktu yang panjang, perjuangan yang sungguh-sungguh dan dukungan yang memadai.

Selain itu, sebuah kesuksesan hanya akan dicapai oleh orang-orang yang berkemauan keras, bertekad baja dan berkomitmen tinggi untuk mencapai cita-cita tersebut. Konsistensi luar biasa untuk tetap berada pada sebuah “jalur” sukses yang diimpikan pun sangat berpengaruh dalam upaya mencapainya.

Sikap untuk tetap konsisten terhadap cita-cita dan impian kesuksesan tersebut, akan mempengaruhi sisi psikologis seseorang. Ketika menetapkan sukses dalam suatu bidang dan dijalankan secara konsisten, maka secara psikologis seseorang akan mengirimkan sinyal ke pikiran bawah sadarnya bahwa dia akan sukses di bidang tersebut.

Seiring perjalanan waktu yang digunakan untuk mencapai cita-cita tersebut, berbagai tempaan akan menguatkan tekad untuk sampai pada tujuan, sebuah kesuksesan. Asalkan dijalankan dengan penuh konsistensi dan tidak mudah tergiur untuk melakukan hal-hal diluar koridor yang benar, perlahan namun pasti kesuksesan bakal teraih.

Tidak percaya? Artikel yang dilansir Motivator No. 1 Indonesia, Andrie Wongso tentang perjalanan dan perjuangan Jeremy Renner ini bisa dijadikan suri tauladan. Bagaimana ketekunan dan konsistensinya dalam menjalankan pekerjaan yang memang dicita-citakannya sehingga mampu meraih kesuksesan. Selamat membaca………………

Suksesnya Berkat Konsistensi

Beberapa tahun belakangan ini nama Jeremy Renner seakan sudah layak disandingkan dengan nama-nama aktor besar lainnya, seperti Matt Damon atau Tom Cruise. Siapa sangka, sepuluh tahun lalu semua pencapaian ini serasa masih berupa impian belaka.

Tidak ada namanya sukses diraih dalam sekejap. Itulah yang kira-kira dirasakan dan dialami sendiri oleh seorang Jeremy Renner. Sebelum memerankan Sersan William James di film The Hurt Locker, namanya masih belum diperhitungkan di Hollywood. Selama bertahun-tahun, pria kelahiran tahun 1971 ini membangun kariernya di dunia akting sebagai pemain pendukung di banyak film dan acara televisi.

Hidup Jeremy saat masih merintis kariernya itu malah jauh dari kesuksesan, apalagi popularitas. Untuk bertahan hidup saja, tak jarang ia harus meminjam uang kepada teman-temannya. Bahkan, adakalanya ia sama sekali tak punya uang. Saat itu, ia pun mencoba mencari nafkah dengan bekerja sebagai penata rias, dan bahkan terpaksa memakan donat basi!

“Bagi saya, masa-masa itu sungguh berat dan tidak menyenangkan.” Begitulah pengakuan pria berwarga negara Amerika ini. Meski terasa sulit dan berat, Jeremy tetap konsisten dalam berakting. Ia tetap menjalani kegiatannya sebagai aktor, meski lagi-lagi sebagai pemain pendukung, di antaranya di film S.W.A.T dan 28 Weeks Later.

Nasib baik baru menghampiri Jeremy ketika memerankan Sersan William James, seorang tentara penjinak bom di film The Hurt Locker (2008). Di film itu, sosok dan wajah tampannya mencuri perhatian publik. Hebatnya, peran itu juga mengantarkan namanya masuk nominasi Academy Awards tahun 2008 untuk kategori “The Best Actor”. Itulah buah manis di saat kariernya di dunia akting tak menentu.

Sejak itu, namanya mulai diperhitungkan sebagai aktor papan atas. Apalagi pada tahun 2012 ini, ia mendapat peran utama di film Bourne Legacy. Walaupun perannya di film ini tak bisa menyaingi Matt Damon, pemeran Jason Bourne di trilogy Bourne sebelumnya, setidaknya nama Jeremy sudah bisa disandingkan dengan aktor-aktor besar lainnya, seperti Tom Cruise atau Matt Damon sendiri.

Perjalanan hampir dua dekade dengan terus konsisten menekuni dunia akting telah membawa Jeremy pada puncak kesuksesan. Ia berani mengambil langkah tegas yang mengubah hidupnya. Berawal dari film indie berbiaya rendah ke studio film blockbuster.”Seseorang tak akan menjadi orang hebat, jika ia tak mau berusaha,” kata Jeremy Renner.

Luar biasa sekali perjuangan seorang Jeremy Renner. Hidupnya ini semakin menegaskan bagi kita bahwa ketekunan dan konsistensi terhadap bidang yang kita pilih cepat atau lambat pasti akan berbuahkan sesuatu yang manis. Karena itu, saat ini jika di antara kita merasa perjuangannya sudah nyaris di ujung tanduk, janganlah menyerah. Teruslah menjalaninya karena suatu saat nanti akan ada titik cerah yang kita temui. Selamat berjuang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s