Ajang Pembuktian Prestasi Olahraga Nasional

Meskipun persiapan yang tersendat-sendat terkait venue acara, Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012 telah dibuka tadi malam. Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono secara resmi membuka ajang olahraga nasional ini. Pembukaan PON secara resmi ditandai dengan penyulutan api kualdron oleh mantan atlet binaraga Zarmi Bachtiar di Stadion Utama Pekanbaru, Selasa.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan PON harus menjadi momentun untuk mempersatukan bangsa dan semua harus yakin bahwa prestasi gemilang akan diukir oleh atlet-atlet yang datang dari berbagai daerah.

dalam sambutannya, Presiden SBY menyatakan bahwa kompetisi olahraga semakin ketat dan keras, hanya dengan keuletan dan kerja keras, prestasi olahraga nasional bisa diwujudkan. Presiden berharap PON harus menjadi puncak prestasi dan menjadi barometer untuk mengukur keberhasilan daerah dalam pembinaan olahraga, sehingga Indonesia yang maju tidak sebatas bidang ekonomi dan kebudayaan tapi juga bidang olahraga.

Acara pembukaan bertajuk “Air dan Peradaban” diawali dengan tarian kolosal yang secara total melibatkan lebih dari 5.000 orang, disusul senam “Riau Bangkit”, atraksi marching band, dan zapin dalam kilatan tata cahaya dan kanvas elektrik yang megah.

Tarian gelombang bono, yaitu penggambaran tradisi “air” yang tumbuh di empat sungai utama di Riau, yaitu Siak, Kampar, Indragiri dan Rokan sangat spektakuler di tangan koreografer Deddy Puja Indra. Di mana lapangan stadion seperti berubah menjadi gelombang sungai yang saling berhempasan seperti gelombang bono yang menurut masyarakat hanya muncul di muara Sungai Kampar.

Sebanyak 500 siswa kemudian menampilkan lagu daerah “Lancang Kuning“. Tuan rumah Riau tidak hanya menampilkan atraksi budaya setempat, tapi juga berbagai fragmen tari-tarian dari sejumlah daerah, diantaranya tari Bali yang mewakili kawasan timur.

Dalam pagelaran itu tersebut, ditampilkan pahlawan Riau Tuanku Tambusai yang oleh penjajah Belanda dijuluki “Harimau Padri dari Rokan“. Sebelum defile kontingen daerah peserta, penyanyi Judika kemudian tampil membawakan lagu resmi PON 2012, yaitu “Selamat Datang Sang Juara“.

Pekan olahraga empat tahunan tersebut digelar di sepuluh kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh Riau dan mempertandingkan 39 cabang olahraga, serta menyediakan lebih dari 500 medali emas.

Terlepas dari segala permasalahan yang melingkupi, tentu kita sangat berharap PON XVIII Riau 2012 akan melahirkan prestasi tersendiri. Tidak hanya sebatas prestasi olahraga tingkat nasional, tetapi juga tataran internasional.

Karena seperti yang kita sadari, prestasi olahraga Indonesia sedang mengalami penurunan prestasi yang sangat tajam. Pada cabang-cabang olahraga yang “biasanya” mumpuni seperti bulutangkis, kemunduran atlet Indonesia sangat kentara. Tidak ada prestasi yang dapat dibanggakan seperti satu dasawarsa sebelumnya.

Apalagi cabang olahraga yang sangat digemari rakyat Indonesia, sepakbola, hingga saat ini prestasi prestasi yang dibanggakan tak kunjung datang. Memang cukup mengenaskan, meskipun secara umum “penampilan” tim sepakbola cukup menghibur masyarakat. Hanya, harus diakui minim prestasi dan yang terkuak hanyalah gontok-gontokan antar pengurus organisasi yang menaunginya.

Meskipun demikian, tentu saja kita sangat berharap, PON tetap menjadi ajang pembuktian pembinaan prestasi olahraga Indonesia. Sekaligus, PON mampu menjadi tali pemersatu bagi bangsa Indonesia karena harus diakui, belakangan ini nasionalisme bangsa retak ditelan zaman. Selamat bertanding, tetap semangat dan bangga menjadi Indonesia………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s