Perang Melawan Terorisme

Hari ini, tanggal 11 September 2012 adalah tepat sebelas tahun tragedy serangan terorisme internasional yang menelan korban cukup memilukan. Dua buah pesawat udara yang ditabrakkan ke gedung menara kembar WTC, menelan korban 4000 jiwa, sementara satu pesawat yang menyasar Pentagon memakan korban 189 jiwa baik sipil maupun militer termasuk penumpang pesawat.

Satu pesawat lagi, karena perlawanan gigih dari awak pesawat dan penumpang, tidak berhasil mencapai sasaran meskipun sudah dikuasai teroris. Pesawat ini menelan korban 46 jiwa yang terdiri atas para penumpang, awak pesawat sekaligus para teroris yang membajaknya. Melalui penyelidikan mendalam, diketahui bahwa jumlah teroris adalah 19 orang yang berasal dari negara Timur Tengah, dibiayai oleh gembong teroris internasional Osama bin Laden.

Sejak tragedy tersebut, telah memicu dunia internasional untuk melakukan perang global melawan terorisme. Dimotori oleh Amerika Serikat, berbagai operasi rahasia melawan teroris dilancarkan di mana-mana. Negara-negara yang dicurigai dan dianggap sebagai sarang teroris diserbu tanpa ampun, baik secara rahasia maupun terang-terangan.

Operasi memburu gembong teroris ini terus berlanjut sampai awal Mei 2011, pasukan khusus AS berhasil menembak mati gembong al-Qaeda, Osama bin Laden, di Kota Abbottabad, Pakistan. Meskipun dikonfirmasi oleh Presiden AS, Barack Obama, namun, Osama tetap menjadi sebuah misteri. Karena  pemerintah AS hanya menyatakan bahwa mayatnya langsung dikubur di bawah laut beberapa jam setelah ditembak.

Di sisi lain, perburuan teroris tersebut justru menyulut perkembangan terorisme di seluruh dunia. Operasi-operasi terorisme memancing para teroris untuk meregenerasi diri dan melebarkan sayap di seluruh dunia. Salah satunya adalah negeri tercinta, Indonesia yang dalam satu dasawarsa terakhir telah dihebohkan dengan cengkeraman teroris di sekitar lingkungan hidup kita.

Setelah era Imam Samudra, Noordin M. Top, Umar Patek dan lain-lain terungkap, generasi teroris berikutnya bermunculan. Hampir semuanya menebarkan ancaman yang sama, pemboman di lokasi-lokasi tertentu dengan melibatkan orang-orang muda yang siap “meledakkan” diri. Korban pun telah berjatuhan, baik berasal dari masyarakat, petugas hingga para teroris itu sendiri.

Namun, menilik semangat dan tujuan terror di Indonesia, nampaknya cukup sulit untuk diberantas. Banyak faktor yang menunjang suburnya terorisme di tanah air tercinta yang seharusnya aman, tenteram dan damai ini. Kemiskinan, pendidikan serta kurang meratanya pembangunan merupakan salah satu penyebab yang umum terjadi.

Meskipun demikian, situasi politik, sosial dan pemerintahan harus dipertimbangkan menjadi wahana suburnya terorisme di Indonesia. Begitu juga dengan ketajaman intuisi dan penciuman aparat terkait yang tidak kunjung mampu menangkal gejala terorisme sejak awal. Mengharap bantuan masyarakat memang perlu, tetapi tidak bisa diandalkan untuk bersama-sama memberantas tuntas terorisme.

Peristiwa-peristiwa terkait terosisme yang terjadi di Jakarta dalam seminggu terakhir telah membuktikan. Masyarakat yang majemuk dan cenderung egois, sering tidak menyadari bahwa di seputar lingkungannya, berkembang gerakan yang mengancam peri kehidupannya. Terorisme.

Oleh karena itu, marilah kita semua mewaspadai apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitar. Tanpa mengecilkan arti para petugas yang telah menyabung nyawa menumpas terorisme, namun kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam perang melawan terorisme. Seperti ungkapan Bang Napi di salah satu stasiun televisi, “Waspadalah-waspadalah”, karena bukan hanya kejahatan yang mengincar tetapi juga terorisme. Tetap semangat…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s