Berbagi Tidak Menyusutkan Rezeki

Seperti yang sering diungkapkan oleh tausyiah Ustadz Yusuf Mansyur di televisi, bahwa berbagi rezeki adalah memancing rezeki bagi kita sendiri. Karena rezeki (dalam bentuk apapun, uang, harta benda, tenaga dan lain-lain) yang kita sedekahkan kepada orang yang membutuhkan akan kembali kepada kita. Bahkan, rezeki akan mengajak “teman-temannya” saat kembali sehingga menambah kekayaan orang yang berbagi rezeki.

Tidak percaya, kita bisa lihat apa yang dilakukan orang-orang yang masuk dalam daftar orang terkaya versi majalah Forbes. Nama-nama seperti Warren Buffet, Donald Trump, Bill Gates dan lain-lain adalah orang yang dari tahun ke tahun hampir selalu tercatat dalam 10 besar orang terkaya dunia. Di sisi lain, sumbangan orang-orang tersebut kepada umat manusia nilainya pun sangat fantastis.

Namun, apakah kemudian mereka menjadi jatuh miskin setelah memberikan rezekinya dalam jumlah sangat besar. Tentu kita tahu jawabannya. Bisnis yang mereka jalankan semakin besar dan menggurita di seluruh dunia. Kekayaan mereka malah berlipat ganda dan tidak menunjukkan sedikit pun “gangguan” financial pada bisnisnya.

Tentu ada yang menyanggah dengan mengatakan, “Ya iyalah, orang mereka uangnya sudah banyak. Berkurang beberapa juta dolar tidak akan berarti.” Mungkin memang benar begitu adanya, berkurang jutaan dolar memang tidak berarti. Tetapi penambahan ratusan juta dolar tentulah bukan tanpa sebab, itu yang sering diabaikan orang.

Bahkan kabar yang terkait dengan “berbagi menarik rezeki ini” sangat menakjubkan. Donald Trump yang sempat bangkrut pasca perceraiannya dengan seorang super model, mampu menghimpun kembali kekayaannya dengan sangat cepat. Tahu apa yang dilakukannya? Dia membagi-bagikan sebagian besar harta yang dimilikinya setelah bercerai. Hasilnya, rejeki yang dibagi-bagikannya justru kembali ke pangkuannya dengan jumlah yang semakin besar.

Nah, tunggu apalagi marilah kita berbagi tanpa harus takut rezeki kita menyusut. Dengan berbagi tidak akan membuat kita menjadi miskin. Justru, dengan berbagi akan “menarik” rezeki seolah kita adalah magnet yang sangat kuat mengundang mereka datang.

Mungkin ilustrasi dari Andrie Wongso, Motivator No. 1 Indonesia berikut ini dapat memberikan gambaran sederhana dan masuk akal bagaimana berbagi justru menarik rezeki. Selamat membaca…….

Pelajaran dari Petani Jagung

Tulisan ini beredar melalui BlackBerry Messenger mengenai betapa indahnya berbagi kebaikan. Sangat inspiratif dan layak di-sharing.

James Bender dalam bukunya, “How to Talk Well” [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.

Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

“Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?” tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.

“Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula,” jawab petani.

Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s