Kesempatan Selalu Ada

Nasehat yang sering diberikan orang kepada generasi muda biasanya berkisar tentang kesempatan yang berada di depannya. Yakni, bahwa kesempatan itu tidak akan terulang untuk kedua kalinya sehingga generasi muda harus mempergunakan setiap kesempatan yang melintas di hadapannya dengan sebaik-baiknya.

Tentu saja, nasehat itu benar adanya. Karena memang, sekecil apapun peluang yang ada harus dimanfaatkan untuk kepentingan masa depan. Dan, semua itu memerlukan kesiapan dalam menangkap setiap kesempatan yang ada, sekecil apapun itu. Dengan kesiapan dan kejelian dalam menangkap kesempatan, kesuksesan akan teraih dengan sendirinya.

Namun, yang perlu disadari adalah ternyata kesempatan itu tidak hanya datang sekali dalam hidup. Selalu terbuka kesempatan yang datang untuk kesekian kalinya. Bukan tidak mungkin, kesempatan akan datang berulangkali sampai seseorang menyadari bahwa kesempatan itu datang hanya untuk dirinya sendiri. Ya……. kesempatan yang disiapkan Tuhan khusus untuk dirinya sendiri sehingga Dia berbaik hati berulang menawarkan kesempatan tersebut.

Oleh karena itu, tidak sepantasnya generasi muda berputus asa dalam menghadapi hidup dan masa depannya. Masih banyak kesempatan terbuka lebar, yang dapat diraih dan didapatkan dengan langkah-langkah masa mudanya yang panjang.

Kalau pun, di masa mudanya kesempatan terbaik itu tidak teraih, masih banyak waktu untuk mempersiapkan diri sehingga pencapaiannya menjadi lebih tinggi. Asalkan, sebagai generasi muda harus mampu menempa diri sebaik-baiknya, yang memungkinnya untuk meraih kesuksesan melalui kesempatan yang didapatnya belakangan.

Seperti yang dialami Helen Glover, seorang guru olahraga dari Inggris ini.  Perempuan kelahiran Truro, Cornwall, Inggris, 17 Juni 1986, ini berhasil meraih medali emas di Olimpiade London 2012. Ia berhasil “menangkap” kesempatan yang datang kepadanya dengan persiapan sebaik-baiknya. Berikut kisahnya seperti dikutip dari artikel Motivator No. 1 Indonesia, Andrie Wongso

Guru Olahraga Jadi Bintang Olimpiade

Selalu ada jalan untuk meraih medali emas. Salah satunya lewat audisi. Empat tahun lalu Helen Glover bukanlah siapa-siapa di bidang olahraga profesional. Meski ia berkecimpung di bidang ini tetapi hanya sebagai guru olahraga.

Perempuan kelahiran Truro, Cornwall, Inggris, 17 Juni 1986, ini sejak sekolah sebenarnya sudah aktif di berbagai kegiatan olahraga. Hampir semua kegiatan olahraga di sekolah ia ikuti mulai dari lari, renang, hoki, tenis, hingga cross country. Namun meski mencintai olahraga tak satu pun yang mengantarkannya menjadi olahragawan profesional, kecuali menjadi guru olahraga di Bath, Somerset.

Sebagai guru ia selalu mendorong murid-muridnya agar bisa berprestasi tinggi di bidang olahraga. Namun dorongan spirit itu menjadi lain saat ia menyaksikan Olimpiade 2008 Beijing. Ketika melihat atlet-atlet juara dikalungi medali, ia membayangkan dirinyalah yang berada di sana. Dan ketika ia melihat juara putri cabang dayung, ia tiba-tiba merasa mampu melakukan itu.

Suatu kali ibunya menyodorkan brosur audisi kompetisi olahraga bertajuk Sporting Giants. Program berhadiah 20.000 poundsterling itu diselenggarakan oleh juara dayung lima kali Olimpiade, Sir Steve Redgrave, untuk mencari bakat-bakat baru yang akan mewakili Inggris Raya di Olimpiade 2012 untuk cabang dayung, kano, dan bola tangan.

Begitu melihat brosur itu, Helen seperti menemukan jalan. Ia yakin bisa mewujudkan mimpinya. Namun ada satu hambatannya, tinggi badannya kurang dari yang dipersyaratkan, yakni minimal 5 kaki 10 inchi. Ia sendiri hanya memiliki tinggi badan 5 kaki 9,5 inchi. Namun saat pengukuran, ia harus melakukan trik dengan cara menjinjitkan sedikit kakinya agar tinggi badannya naik setengah inchi.

Lolos dari segi administrasi, ia harus bersaing dengan 500-an orang di bagian putri. Setelah melalui seleksi yang ketat, Helen akhirnya terpilih sebagai calon atlet dayung.Sejak itulah ia berlatih keras di bawah bimbingan tim dari Sporting Giants.

Setelah melalui beberapa kali latihan Helen diplot untuk menjadi atlet dayung kategori berpasangan. Ia dipasangkan dengan seorang tentara perempuan bernama Heather Stanning. Pasangan ini lalu ikut lomba dayung internasional 2010 World Cup Series. Ia menduduki urutan ke-9 saat lomba itu diselenggarakan di Bled, Jerman. Dan meraih urutan ke-5 saat diselenggarakan di Muenchen.

Setelah itu mereka ikut kejuaaraan dunia dayung 2010 World Rowing Championships. Ternyata prestasinya lumayan. Pasangan Helen-Heather berhasil meraih medali perak. Mereka kemudian kembali ikut kejuaraan dunia 2011 World Rowing Championships yang diselenggarakan di Bled, Slovenia. Dan lagi-lagi meraih medali perak. Namun di 2011 World Cup Series mereka meraih juara saat serie itu diselenggarakan di Muenchen dan Lucerne mengalahkan juara sebelumnya. Prestasi itu mengantarkan mereka ke Olimpiade 2012 London.

Di Olimpiade 2012 Helen-Heather bertanding di dayung kategori Coxless Pair. Mereka mulai bertanding pada 28 Juli 2012 dan masuk heat 1. Di babak ini mereka menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 6 menit 57,29 detik. Posisi itu membuatnya maju ke babak final.

Di final mereka berhadapan dengan pendayung tangguh dari Australia (Kate Hornsey/Sarah Tait) dan Selandia Baru (Juliette Haigh/Rebecca Scown). Melalui persaingan ketat mereka akhirnya bisa finish lebih dulu dengan catatan waktu 7 menit 27,13 detik, disusul pasangan Australia (7 menit, 29,86 detik) dan pasangan Selandia Baru (7 menit, 30,19 detik). Helen-Heather pun mempersembahkan emas pertama dari cabang dayung putri bagi Inggris sejak cabang ini (untuk putri) mulai diikutkan pada Olimpiade 1976.

“Sangat menakjubkan,” kata Helen menyambut kemenangannya itu. “Itu menunjukkan bahwa jika kita percaya pada kemampuan sendiri apa yang kita impikan bisa tercapai,” tuturnya. Ia pun jadi bintang Inggris di Olimpiade 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s