Taati Peraturan

Di Indonesia sangat dikenal dengan idiom “Peraturan dibuat untuk dilanggar”. Bahkan dulu, salah satu pejabat negara republik Indonesia enteng mengatakan “semua bisa diatur”. Yang pada ujungnya meneguhkan adagium bahwa rakyat Indonesia sangat sulit menaati peraturan.

Sekarang ini, rakyat Indonesia dikenal sebagai pelanggar peraturan nomor satu. Seperti di Singapura, ketika sepuluh turis tertangkap membuang sampah sembarangan, bisa dipastikan sembilan orang berasal dari Indonesia.

Tapi kasus pelanggar peraturan dari Indonesia di Singapura belakangan berkurang drastis. Karena orang Indonesia takut akan ketegasan penegak hukum negara tempat para pelarian korupsi itu bernaung. Sanksi-sanksi tegas diperlakukan tanpa pandang bulu di negeri yang serba teratur tersebut yang membuat nyali pelanggar aturan terberani pun menciut.

Uniknya, meskipun orang Indonesia saat berada di Singapura sangat patuh aturan, tetapi begitu sampai di Indonesia langsung ditanggalkan semua budaya tertib tersebut. Para pelancong yang tadinya disiplin dan patuh hukum, seakan lepas dari kekangan. Terpenjara di Singapura, mereka menemukan kembali surganya di Indonesia, tanah air sendiri yang “nyaris” tanpa peraturan.

Fenomena ini sangat menarik untuk disimak. Mengingat faktor disiplin pada peraturan sangat membantu dalam pencapaian tujuan. Baik tujuan berbangsa dan bernegara maupun sekadar tujuan hidup untuk mencapai kesuksesan.

Masalahnya menjadi semakin pelik di Indonesia, karena ukuran keberhasilan itu sangat relative. Orang tanpa kerja keras dan hanya mengandalkan koneksi, korupsi dan lain-lain toh bisa kaya raya. Ini yang tentu saja memicu kecemburuan bagi masyarakat dan semakin menyuburkan perilaku pelanggar peraturan.

Padahal untuk menggapai kesuksesan yang sebenarnya diperlukan kedisiplinan dalam menaati peraturan. Baik itu peraturan hukum maupun peraturan yang dibuat untuk memicu diri sendiri agar terus berkembang menjadi lebih baik.

Apalagi bagi seorang entrepreneur ketaatan dan kedisiplinan terhadap peraturan sangat diperlukan. Terutama untuk mengembangkan usahanya yang memerlukan disiplin kuat dalam menjalankan dan membangun usaha yang baru dirintis.

Berikut ini adalah aturan dalam entrepreneurship dari founder jaringan Lingkedin, Reid Hoffman. Semoga menjadi pembelajaran untuk terus berdisiplin dan taat peraturan dalam menjalankan bisnis. Selamat menyimak…..

10 Peraturan Utama Entrepreneur Oleh Reid Hoffman

Reid Hoffman (founder Linkedin) berbagi tentang aturan-aturan dalam entrepreneurship yang berasal dari pengalamannya membangun perusahaan dan berpartner dengan entrepreneur hebat di Silicon Valleysebagai angel dan venture capitalist.

Rule 1 : “Look for disruptive change” – Carilah Perubahan yang memiliki efek besar pada market

Jika Anda sedang akan memulai sebuah usaha, tanyakan hal ini pada diri Anda: Apakah yang sekarang dibutuhkan tapi dulunya tidak mungkin atau tidak perlu dilakukan?
Apakah sebuah produk atau jasa baru akan bisa mengambil alih atau membuat pasar baru? Ketika Saya membantu dalam pembuatan LinkedIn, industry teknologi sedang terpuruk. Saya melihat semua kemungkinan yang diciptakan oleh internet dan mendapat sebuah ide bahwa nantinya semua orang akan membutuhkan profil professional di dunia online. Gangguan yang saya temui adalah bahwa perusahaan bisa secara langsung mengejar kandidat terbaik daripada berharap untuk mendapat hasil atau respon dari iklan di surat kabar atau iklan di situs-situs.

Rule 2: “Aim big” –  Tentukan tujuan yang besar

Besar atau kecilnya ide yang ditargetkan oleh sebuah start-up, usaha, keringat, dan darah yang perlu Anda keluarkan tetaplah sama, jadi bermimpilah untuk mencapai sesuatu yang besar! Apa sih maksud kata “besar”? Itu adalah sebuah produk atau jasa yang bisa membuat pasar baru atau mendominasi pasar tertentu yang sudah ada.

Rule.3: “Build a network to magnify your company” –  Buatlah jaringan untuk memperbesar perusahaan Anda

Kebanyakan orang berpikir bahwa dibalik setiap start-up hanya ada satu entrepreneur yang memiliki ide brilian. Tapi kenyataannya, perusahaan yang sukses dibangun oleh sejumlah orang bertalenta yang dikelilingi oleh relasi dan hubungan yang bisa membesarkan dan membantu mereka. Entrepreneur-entrepreneur terbaik mencari dan membangun hubungan dengan penasehat, investor, partner, dan pelanggan mereka.

Rule.4: “Plan for good luck and bad luck” – Buatlah rencana untuk keadaan baik dan buruk

Anda harus selalu mengasumsikan bahwa Anda akan beruntung atau tidak dengan perusahaan baru Anda. Keberuntungan tidak hanya sesimpel “Wah perusahaan saya berjalan.” Tapi, keberuntungan adalah saaat Anda melihat sebuah kesempatan besar dan dengan cepat mengambilnya. Ketidakberuntungan adalah saat ide Anda tidak berjalan. Bukan berarti Anda gagal, tapi Anda harus menjalankan plan B.

Rule 5: “Maintain flexible persistence” – Pertahankan sikap persistence yang fleksibel

Sangat sering seorang entrepreneur diberikan nasehat yang berlawanan: “Tetap tekun! Berkomitmenlah pada visi yang sudah dibuat!” atau “ubah ide bisnis kamu berdasar data penggunaan produk oleh customer” Pahamilah kapan harus merubah ide Anda! Tantangannya adalah untuk menjalankan ke dua advice ini bersamaan dan tahu advice mana yang cocok di suatu situasi. Anda harus tahu bagaimana menjalan sikap persistence yang fleksibel.

Rule 6: “Launch early enough that you are embarrassed by your first product release. “ Rilislah secepat mungkin sehingga Anda akan malu pada peluncuran pertama produk Anda

Start-up pertama saya, Socialnet.com, membutuhkan waktu Sembilan bulan untuk meluncurkannya. Hal ini merupakan kesalahan yang besar. Kami ingin semua detil situs sudah bisa dijalankan. Kami ingin orang-orang mengataka bahwa produk kami sangat dahsyat. Kami menghabiskan banyak waktu dan hal itu membuat kami ketinggalan berbulan-bulan untuk menyelesaikan masalah yang lebih penting untuk diselesaikan, “bagaimana cara mengantarkan produk ini untuk digunakan jutaan user diluar sana?”
Dari hal itu saya belajar, jika Anda tidak malu dengan peluncuran pertama produk Anda, maka peluncuran tersebut sudah telat!

Rule 7: Bercita-citalah, tapi jangan terlena didalamnya

Targetkan untuk mencapai yang terbaik, tapi hati-hati dengan rasa percaya yang berlebihan terhadap teori-teori yang Anda pikirkan sendiri. Meluncurkan produk Anda sedini mungkin adalah hal yang penting agar bisa mempelajari bagaimana pelanggan menggunakan produk atau jasa Anda. Sama pentingnya dengan mengidentifikasi dan mengukur sejauh apa Anda sudah mencapai visi dan aspirasi Anda? Anda juga harus mendapat feedback dari kolega dan rekan Anda. Inovator sangat mudah terlena dalam cerita dan dunia mereka sendiri dibandingkan mempelajari ke arah mana tujuan mereka.

Rule 8: “Having a great product is important but having great product distribution is more important” Penting untuk memiliki produk yang luar biasa, tapi memiliki distribusi produk yang luas lebih penting.

Saya menemui banyak entrepreneur yang berpikir bahwa produk adalah hal yang paling penting dan dengan produk terbaik Anda akan selalu menang. Yang gagal disadari oleh banyak orang adalah, tanpa distribusi yang baik, sebuah produk akan mati.
Bagaimana cara Anda membawa produk Anda agar bisa digunakan oleh jutaan atau bahkan milyaran pengguna?

Rule 9 : “Pay close attention to culture and hires from the very beginning” Perhatikan budaya dan perekrutan anggota Anda sejak awal.

Orang-orang yang Anda rekrut akan menentukan budaya perusahaan Anda, jadi pastikan mereka adalah orang yang baik. Mereka yang akan merekrut orang-orang berikutnya. Nasehat lama mengatakan bahwa Anda membutuhkan orang yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam start-up Anda. Tapi apapun yang sudah mereka lakukan selama bertahun-tahun tidak akan membantu, karena Anda sedang melakukan sesuatu yang tidak pernah dikerjakan sebelumnya, begitu juga dengan dunia dan ladang kompetisi yang bergerak dan berkembang dengan sangat cepat. Yang Anda butuhkan adalah orang-orang yang bisa belajar dengan cepat.

Rule.10: “Rules of entrepreneurship are guidelines, not laws of nature.” Peraturan untuk entrepreneur adalah petunjuk, bukan hukum alam.

Jangan terlalu memperhatikan peraturan yang dibuat oleh orang lain. Entrepreneur adalah seorang inventor, mereka adalah orang yang sukses jika membuat sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya dapat berjalan.
Pada saat tertentu, untuk menjalankan sesuatu Anda perlu melewati batas dari peraturan yang sudah ada. Seorang entrepreneur bisa saja membuat peraturan baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s