Perguruan Tinggi dan Entrepreneurship

Untuk dapat menjadi maju, sebuah negara membutuhkan entrepreneur sebanyak minimal dua persen dari jumlah total penduduknya. Entrepreneur sebanyak itu, sudah mampu menjadi lokomotif yang menggerakkan perekonomian sebuah negara. Bisa dibayangkan kalau jumlah entrepreneur yang dihasilkan lebih banyak lagi, kesejahteraan rakyat sebuah negara menjadi terjamin.

Masalah yang dihadapi bagi negara-negara berkembang adalah lambannya pertumbuhan jumlah entrepreneur. Banyaknya peluang yang terbuka seiring dengan pembangunan dan perkembangan zaman kadang terlewatkan. Malah, peluang yang ada terbuang karena globalisasi membuat kesempatan itu dimanfaatkan oleh bangsa lain.

Celakanya, pendidikan tinggi pun tidak mendukung kemampuan entrepreneurship mahasiswanya. Sikap untuk tetap menganggap perguruan tinggi sebagai muara ilmu pengetahuan an sich, menjadi penghalang utama. Sementara banyak di antara anak muda yang menginginkan menjadi entrepreneur “kelabakan” untuk mencari bekal keilmuan di bidang yang satu ini.

Meskipun demikian, sikap perguruan tinggi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat yang memiliki entrepreneur di atas lima persen pun tidak berbeda jauh. Perguruan tinggi di negeri Paman Sam pun tidak terlalu bersahabat dengan para pencari ilmu entrepreneurship. Kesaksian Justin Beegel, founder Infographic World berikut ini adalah buktinya. Selamat menelaah………

Apa yang Tidak Diajarkan di Universitas Tentang Entrepreneurship

Justin Beegel, saat ini berusia 26 tahun, adalah founder infographic world, perusahaan pengolah visualisasi data berbasis di New York. Justin berbagi pandangannya tentang hal apa yang tidak dipelajari di universitas tentang entrepreneur. 

Tidak ada satupun dari sekolah-sekolah bisnis yang ada di dunia ini, yang akan mengajari Anda bagaimana unggul dalam bisnis, tapi dengan memiliki pendidikan yang memadai tentang bisnis dapat membantu membentuk pemahaman, cara pikir dan pola belajar Anda terhadap dunia bisnis.

“Sebelum meluncurkan Infografik Dunia Perusahaan saya yang kedua tahun 2009, saya berhasil menyandang gelar Master of Business Administration dari Universitas Bringhamton. Walaupun saya yakin bahwa meski saya tidak mengambil perkuliahan itu dan tidak memiliki gelar MBA saya masih akan tetap bisa menjadi seorang entreprenur, sayapun harus mengakui bahwa dengan mengambil perkuliahan itu saya bisa terbantu dalam menjalani bisnis saya. Diantara yang lain, saya mampu membuat model keuangan dan mengembangkan kampanye marketing. Sebagai tambahan, ada lagi orang lain yang memiliki pengalaman yang berbeda, dimana ada yang menilai bahwa sekolah lagi atau kuliah lagi hanya membuang-buang waktu atau mereka menilai hal itu hanya menambah biaya.”

Jadi pertanyaan yang selama ini ditanyakan: apakah Anda harus menunda dulu menjadi seorang entreprenur dan fokus pada pendidikan dahulu, atau mengabaikan pendidikan lebih lanjut dan terjun langsung ke dunia bisnis? Meskipun masing-masing pilihan memiliki pro dan kontra, jika Anda memilih untuk mengejar pendidikan terlebih dahulu, pastikan Anda menguasai ketiga hal ini:

1. Mengembangkan kepercayaan diri

Anda adalah seorang murid, dan saat-saat menjadi murid adalah saat-saat yang paling krusial dimana Anda dapat mengembangkan segala hal dan mencoba hal-hal baru yang mungkin tampaknya menakutkan untuk dicoba di dunia kerja. Gunakanlah kelas Anda sebagai alat untuk mengembangkan kepercayaan diri Anda dalam mengambil resiko. Latihlah diri Anda untuk mengambil keputusan yang beresiko, sebagai latihan untuk dunia kerja nanti. Pastikan Anda masuk dalam kelas yang membuat Anda terlibat. Carilah mata kuliah yang dapat membantu Anda menjalankan bisnis Anda. Praktek akan sangat penting untuk bisnis Anda nantinya.

2. Rasakan studi kasus dalam pelajaran Anda secara dalam

Ketika hal-hal yang Anda pelajari di ruang kelas hanya berupa hal yang dibuat, akan sangat penting untuk benar-benar menghayati permasalahn itu. Pelajarilah bermacam-macam bentuk manajemen, model keuangan, dan trik-trik marketing yang sukses. Lalu cari tahu bagaimana caranya mengambil contoh yang ada untuk diterapkan di bisnis Anda, tentunya sesuai dengan kebutuhan dan profil perusahaan Anda. Pengetahuan ini akan mencegah Anda untuk melakukan kesalahan dasar dalam bisnis.

3. Belajarlah dari yang terbaik

Carilah orang-orang yang profesional di bidangnya yang dapat menantang Anda. Anda mungkin berpikir bahwa akan lebih menguntungkan untuk mengambil kelas yang lebih murah dan memfokuskan diri Anda untuk mencari pengalaman di luar kelas Anda, tapi pada banyak universitas atau sekolah-sekolah, telah tersedia para profesor di bidang entreprenur yang sudah banyak pengalaman dan asam garam di dunia entreprenur, yang pastinya dapat membantu Anda melewati masa-masa awal yang tidak pasti. Gunakanlah sumberdaya yang telah disediakan universitas Anda selama mereka masih menyediakannya. Jika Anda tidak melakukannya, maka Anda telah menyia-nyiakan uang Anda.

Gunakanlah pendidikan yang Anda ambil untuk mengembangkan kemampuan Anda dalam menilai dan mengambil resiko, dan coba aplikasikan pengetahuan Anda. Kelas-kelas yang ada dan profesor-profesor yang ada akan menantang Anda untuk berkembang. Tapi jangan hanya bergantung pada hal-hal ini untuk menentukan seluruh keputusan bisnis Anda. Gelar hanyalah gelar, tapi pengalaman Anda juga akan sangat menentukan kemampuan Anda untuk sukses sebagai seorang entreprenur di dunia nyata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s