Efektivitas Marketing Melalui Media Sosial

Di dunia yang semakin maju dan berkembang cepat, setiap perusahaan “wajib” untuk mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya adalah era digitalisasi di hampir setiap sisi kehidupan akibat canggihnya system informasi dan teknologi atau IT.

Marketing perusahaan pun, menjadi semakin luas jangkauannya terkait dunia IT tersebut. Menjamurnya media social seperti Facebook, Twitter, Lingkedin, dan lain-lain menjadi andalan baru bagi banyak perusahaan untuk lebih mengenalkan produk mereka kepada konsumen.

Banyak perusahaan ternama “eksis” di media social dengan strategi yang tepat berhasil mendongkrak penjualan produknya. Merk-merk seperti Starbuck, IBM, Dell, Ford, Samsung, Apple dan masih banyak lagi, adalah perusahaan yang berkibar di “dunia maya” dan sukses di dunia nyata.

Berkaca dari situ, strategi pemasaran melalui dunia maya ini, mulai banyak diterapkan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Termasuk juga di Indonesia dengan semakin besarnya pengguna internet di tanah air serta pangsa pasar yang terus tumbuh pesat.

Nah, “dunia baru” ini harus disambut dengan strategi perusahaan yang tepat untuk menyikapinya. Berbagai persiapan harus dilakukan untuk dapat menerapkan strategi yang efektif pada divisi marketingnya, yakni melalui dua jalur sekaligus, off line dan online. Artikel berikut ini adalah bagaimana menyiapkan perusahaan untuk masuk ke dalam marketing online dari portalukm.com.

Persiapan Marketing di Media Sosial

Fenomena keberhasilan merek-merek ternama seperti Starbucks, IBM, Dell dan Ford di media sosial banyak mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk mengikuti jejak mereka. Media sosial kini menjadi media favorit banyak perusahaan untuk memasarkan produk, meningkatkan citra perusahaan dan berkomunikasi dengan pelanggan.

Kegiatan di media sosial masih dianggap sesuatu yang dapat dilakukan sambil lalu. Apalagi boleh dibilang hampir tidak ada biaya sama sekali. Betulkah demikian?

Ciri-ciri perusahaan Anda tidak siap untuk terjun ke media sosial adalah:

Karyawan yang ditugaskan khusus

Membuat halaman Facebook atas nama perusahaan atau produk Anda sangat mudah. Menarik peminat atau anggota di kalangan teman-teman juga tidak sulit. Karena umumnya merekaakan bergabung karena mengenal Anda sebagai teman atau hanya berdasarkan rasa ‘sopan santun’.

Lalu bagaimana dengan anggota yang bukan teman Anda. Orang-orang yang memang konsumen atau calon konsumen Anda? Jika Anda ingin menjalin hubungan dengan konsumen atau anggota kelompok atau halaman Anda maka Anda harus memiliki karyawan khusus yang menangani akun ini. Jika tulisan dan komentar di dinding halaman Facebook tidak pernah dijawab atau ditindak lanjuti maka anggota halaman Anda tidak lagi tertarik untuk berkomunikasi dengan merek dan perusahaan Anda. Mungkin mereka tetap menjadi anggota tapi tidak akan ada interaksi lagi. Apapun yang Anda sampaikan lewat halaman facebook tidak lagi menarik.

Betulkah media sosial tidak memiliki biaya? Karyawan atau petugas yang menangani kegiatan media sosial tentunya harus digaji. Karena tugas mereka sama dengan seorang Public Relation di masa lampau. Biaya lainnya tentunya biaya internet setiap bulannya.

Sistem Informasi Perusahaan

Apakah sistem informasi di perusahaan Anda cukup akurat dan terintegrasi? Artinya jika timbul keluhan atau pertanyaan dari konsumen lewat media sosial, mampukah karyawan yang menanganinya menjawab dalam waktu yang relatif singkat? Jika sistem informasi di perusahaan Anda tidak terintegrasi maka karyawan tersebut belum tentu mengetahui apa yang terjadi di departemen lainnya sehingga akhirnya banyak pertanyaan yang tidak terjawab atau dijawab terlalu lama karena dia harus bertanya dulu ke departmen yang bersangkutan. Masyarakat media sosial adalah masyarakat ‘real time‘ artinya yang mereka perlukan adalah informasi mutakhir setiap saat.

Materi atau Konten

Jika Anda sudah memutuskan untuk terjun ke media sosial Anda harus senantiasa mampu memberikan informasi yang menarik dan bermanfaat bagi konsumen yang berkaitan dengan produk atau jasa Anda. Hal-hal yang bersifat tips sangat disukai.

Materi atau konten informasi yang tidak memiliki nilai akan membunuh citra produk dan perusahaan Anda. Karyawan yang menangani akun di media sosial harus selalu mampu membuat informasi yang biasa menjadi sesuatu yang menarik di mata konsumen.

Contoh:

Konten 1: “Produk kami baik untuk kesehatan Anda”.

Konten 2: “Zat besi berfungsi sebagai pengangkut oksigen dalam darah sehingga mampu meningkatkan metabolisme dan daya tahan tubuh”.

Konten 2 memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding konten 1. Tanpa harus menyebutkan bahwa produk Anda mengandung Zat Besi, konsumen sudah dapat berasumsi sendiri karena kallimat itu disuarakan oleh perusahaan Anda.

Kritik

Anda tidak boleh tersinggung dengan kritik atau pendapat negatif yang dilontarkan konsumen. Hal itu adalah ungkapan jujur mereka dan harus menjadi masukan untuk memperbaiki kondisi yang ada. Jika reaksi Anda positif terhadap hal-hal seperti ini maka Anda akan selalumenerima masukan yang jujur dari sasaran pasar Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s