Dekan Fakultas Teknik Kebumian dan Energi Universitas Trisakti Menerima Penghargaan “The Most Professional Leader”

Dr. Ir. Sugiatmo Kasmungin, MT

Dekan Fakultas Teknik Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dr. Ir. Sugiatmo Kasmungin, MT ditetapkan menjadi Dekan di Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi (FTKE) Universitas Trisakti, menggantikan Ir. H. Moch. Thamrjn. Ini adalah sebuah lompatan prestasi yang luar biasa karena ia merupakan alumni pertama yang dipercaya memimpin fakultas tersebut sejak didirikan tahun 1979.

Sugiatmo lahir di kota minyak Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, 2 Oktober 1962. Meski lahir di Balikpapan, anak ke delapan dari tigabelas bersaudara berasal dari Jawa, sang ayah Purwodadi dan ibu Blitar. Dibesarkan di lingkungan Pertamina, membuat ia terbiasa hidup dalam suasana disiplin sangat ketat. Sejak kecil, ia terbiasa bangun pukul 05.00 pagi dan berangkat sekolah pukul 06.30. Kebiasaan tersebut melekat dalam kehidupannya sehingga sampai sekarang pun, ia sudah “ngantor” di kampus pukul 06.30 pagi.

Untuk membantu orang tua, Sugiatmo memutuskan mengikuti pendidikan STM Negeri Balikpapan. Namun prestasinya yang mengilap dengan terpilih sebagai Siswa Kejuruan Terbaik se-Kalimantan Timur, sangat membanggakan kedua orang tuanya. Sang ayah, kemudian mengantarnya ke Jakarta untuk  mendaftar ke Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Trisakti. Meskipun mahal untuk ukuran keluarganya –uang pensiun ayahnya hanya Rp12.000-an per bulan, sementara uang kuliah Rp1 juta- tentu tidak terbayangkan cara untuk membayarnya.

Namun, prestasi sebagai ranking ke-4 dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru, membuat ayahnya bertekad kuat untuk menjadikan anaknya seorang sarjana. Semangat ayahnya menumbuhkan tekad  dan kemauan kuat untuk menjalani perkuliahan. Bagi Sugiatmo, prihatin, tekad dan kemauan kuatnya lah yang akan menjadi modal utamanya untuk menggapai impian dan kesuksesan.

Dengan penuh perjuangan –mulai menjadi “makelar” fotokopi diklat perkuliahan sampai memberikan les- dilakukan Sugiatmo hingga berhasil menyelesaikan pendidikan. Meskipun untuk itu, ia harus benar prihatin hingga beratnya hanya mencapai 42 kg sehingga menjadi mahasiswa terkurus. Bahkan, saking sulitnya keuangan untuk membayar wisuda pun ia harus mencari pinjaman.

Namun, semua keprihatinan yang dialaminya berbanding terbalik dengan prestasi Sugiatmo. Dengan motto “Belajar dan Belajar” membuat kemampuannya diatas rata-rata. Ia ditunjuk menjadi asisten dosen dan satu tahun setelah lulus (1988) ia diangkat sebagai dosen. Dua tahun mengajar, ia mendapat tugas belajar di ITB, Bandung dan berhasil meraih gelar S-2 Bidang Perminyakan. Selanjutnya ia mengambil studi S-3 di UTM, Malaysia juga di bidang yang sama, Reservoir.

Sebagai dekan, Sugiatmo sangat bersyukur fakultas yang dipimpinnya diberkahi mahasiswa yang cukup banyak, bahkan melebihi kapasitas. Namun demikian bukan berarti semudah itu untuk menanganinya, karena hal ini menimbulkan permasalahan baru yang harus diatasi dan diselesaikan, seperti kekurangan dosen, kekurangan ruangan, memenuhi sertifikasi dosen dan meningkatkan manajemen organisasi maupun manajemen perencanaan.

Dengan jabatan yang baru disandangnya, prioritas Sugiatmo yang pertama adalah konsolidasi dengan tujuan untuk mencapal hal-hal yang sudah ditetapkan dalam Renstra, antara lain IPK mahasiswa harus bisa mendekati angka 3. Hal lain yang menjadi fokusnya adalah menjaga mutu lulusan sehingga kekurangan tenaga dosen dan ruangan benar-benar menjadi perhatiannya. Karena untuk melayani mahasiswa dengan jumlah lebih dari 1.800 orang, minimnya dosen akan membuat perguruan tinggi “kedodoran”.

Meskipun demikian, suami Dr. Drg. Titi Surinintyas, MKes., ini mengungkapkan saat ditunjuk sebagai dekan banyak pihak yang memandang sebelah mata. Namun, ia yakin waktu akan membuktikan sebaliknya karena setiap orang mempunyai misi sendiri-sendiri. Sedangkan misi Sugiatmo ke depan adalah “Mari maju bersama untuk membangun kekuatan baru” dengan harapan semua pihak bisa berpikir dan memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan dan kemandirian FTKE. Tentu saja sesuai dengan visi dan misi FTKE, yaitu:

 Visi

Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Tnisakti merupakan fakultas terkemuka dan bermutu dalam lImu Kebumian, Teknologi dan Enengi, untuk meningkatkan kuahitas hidup dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan

Misi

Menyelenggarakan pendidikan yang professional dan unggul dalam lImu Kebumian, Teknologi dan Energi, melalui sistem pendidikan tinggi yang terencana, terintegrasi dan fleksibel untuk menghasilkan sumber daya mandiri yang siap dan mampu menghadapi perubahan

Ke depan Ia juga akan berusaha menempatkan SDM yang tepat sesual dengan kemampuan masing-masing. Tujuannya, agar yang diberi kepercayaan dapat mengelola dan berkiprah secara optimal, sehingga peningkatan pelayanan kepada mahasiswa menjadi lebih baik lagi. Prinspinya, Sugiatmo sangat berbahagia ketika berhasil membuat orang lain berbahagia. Begitu juga sebaliknya, kesedihannya sangat tinggi ketika melihat orang lain bersedih.

Atas pencapaian, perjuangan dan prestasi  yang telah direngkuhnya selama ini, penghargaan Indonesian Improvement Award Kategori “The Most Professional Leader” dipersembahkan kepada Dr. Ir. Sugiatmo Kasmungin, MT Dekan Fakultas Teknik Kebumian dan Energi Universitas Trisakti. Selamat dan sukses……………

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s