Belajar Pada Lautan

Ilmu yang dimiliki Allah apabila ditulis dengan tinta sebanyak air laut pun tidak akan cukup. Ilmu milik-Nya tersebar di mana-mana. Tinggal manusia mempelajari bagaimana Allah telah menciptakan segala sesuatu bagi kehidupan.

Nah, laut sendiri mengandung ilmu yang luar biasa. Lautan, memiliki ekosistem eksotis yang terbentuk melalui proses panjang dan membentuk keindahan luar biasa. Taman laut yang indah, dibentuk oleh pertumbuhan karang selama bertahun-tahun.

Selain keindahan karang, pasir dan gulungan ombak, lautan juga memberikan pelajaran bagi kita. Bahwa meskipun berasa asin, ajaibnya, makhluk yang hidup di dalamnya sama sekali tidak asin. Nelayan harus menaburi ikan-ikan hasil tangkapannya dengan garam sebelum menjualnya sebagai ikan asin.

Keajaiban laut sebagai media belajar, salah satunya terungkap dari tulisan motivator dan Inspirator Sukses Mulia, Jamil Azzaini. Berikut ini, kami kutip lengkap mengenai artikelnya yang sangat inspiratif. Selamat membaca dan terinspirasi……

Laut Guruku

Pekan lalu, 4 hari saya bersahabat dengan laut. Rabu dan Kamis saya di pantai Indrayanti Gunung Kidul, Jogyakarta, bersama teman-teman Syafaat Marketing Communication [salah satu usaha milik saya], menikmati pantai yang keindahannya mengalahkan Kuta, Bali.

Hari berikutnya, Sabtu dan Minggu, bersama keluarga saya menikmati keindahan Mutiara Carita, Banten. Disana saya mengisi seminar, untuk keluarga besar Indonesia Power, sekaligus berlibur.

Salah satu aktivitas yang kami lakukan di Mutiara Carita adalah melihat taman laut. Dengan menggunakan speed boat, perjalanan menuju lokasi kurang lebih 30 menit. Saya bersama anak-anak terjun ke laut melihat pemandangan yang sangat indah.

Namun, saat hendak pulang ternyata mesin speed boat yang kami naikin tidak bisa dinyalakan. Dua jam saya bersama anak-anak terombang-ambing di tengah laut. Menyesal? Tidak sama sekali. Karena selama terombang-ambing itu saya merenungkan banyak hal dan mendapat banyak pelajaran.

Pertama, ternyata kita itu sangat kecil. Saat terombang-ambing di tengah laut, saya memandang langit dan luasnya lautan, begitu indah, begitu besar. Sementara saya dan keluarga hanya titik yang sangat-sangat kecil di bandingkan alam semesta. Jelas benar bahwa tidak ada yang patut disombongkan sehebat apapun kita di kolong jagat ini karena dihadapan Allah kita amatlah kecil.

Kedua, lautan letaknya lebih rendah di bandingkan tempat yang lain sehingga menampung banyak air. Seperti halnya air, ilmu akan mengalir menuju tempat-tempat yang rendah. Karenanya, bila kita ingin menampung banyak ilmu maka rendahkanlah hati. Ilmu enggan mendekati orang-orang yang sombong.

Ketiga, air laut asin tetapi ikannya tidak asin. Jadilah seperti ikan laut, hidup di lingkungan yang asin tetapi tidak ikut asin. Hidup di lingkungan kotor janganlah kita ikut kotor. Negara kita termasuk yang terkorup di dunia, akan tetapi kita tak usah ikut-ikutan menjadi koruptor.

Keempat, air laut itu terus bergerak dan terhubung ke seluruh laut di belahan dunia manapun. Jangan pernah lelah bergerak, teruslah beraktivitas. Tetapi ingatlah gerakan kita mempengaruhi orang-orang di sekitar kita.

Saat seseorang bertindak kriminal yang rusak bukan hanya namanya tetapi juga keluarga dan saudaranya. Begitupula saat berprestasi, yang bahagia bukan hanya kita tetapi juga orang-orang terdekat kita. Terima kasih laut, kau telah menjadi sumber kebahagian dan guruku. Salam SuksesMulia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s