Penghargaan The Best Inspiring Women Bagi Pengusaha Jati

Dra. Santi Mia Sipan
Presiden Direktur PT Jaty Arthamas

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Dra. Santi Mia Sipan adalah bungsu dari enam bersaudara kelahiran Jakarta, 20 Mei 1965 dari pasangan Atjep Soepena Sipan (Alam.) dan Endang Palupi (Almh.). Sang ayah adalah pebisnis tangguh dan sukses, pendiri CV. Berdikari dan Sipan & Sons di era tahun 1950-1960. Bidang usahanya beragam mulai pertanian, perdagangan, hingga perkapalan dan berhasil memiliki kekayaan dalam bentuk rumah, mobil mewah sampai kapal pesiar.

”Tetapi ayah saya tertipu sehingga kami bangkrut pada awal tahun 1970. Tetapi ayah saya berbeda dengan pengusaha lain seperti Ciputra, Liem Siaw Lion dan lain-lain yang tujuh kali bangkrut, mampu bangkit tujuh kali pula. Dia justru jatuh terpuruk semakin dalam sehingga untuk menghidupi keluarga, ibu men-take over semuanya dengan bekerja di Kedutaan Belanda,” kisahnya.

Selama dalam kurun waktu ibunya bekerja tersebut (1970-1987), Mia banyak belajar tentang makna kehidupan. Meskipun bekerja dan menanggung kebutuhan hidup keluarga, ibunya sangat tunduk kepada ayahnya. Dalam berbegai hal, pelayanan mutlak diberikan kepada sang ayah. Mulai menyiapkan makan, mandi dan keperluan lainnya semua dilakukan oleh ibunya, perempuan bangsawan Jawa.

Setelah bangkrut dan mengakibatkan perekonomian keluarga terpuruk, keluarga Mia hidup dengan sederhana. Akibatnya, keluarganya dalam pandangan keluarga besar sang ibu yang bangsawan, menjadi turun derajatnya. Keluarganya dianggap tidak sepadan bersanding dengan keluarga terhormat dan kaya raya dari menak asal Jawa. Sejak itulah -melihat perlakuan feodal sang ayah dan pandangan miring keluarga besar ibu- membulatkan tekad Mia untuk tidak pernah kalah dari laki-laki.

“Saya berjanji dan berusaha sebisa mungkin tidak bergantung kepada laki-laki. Dalam proses pemahaman ini tumbuh tekad kuat bahwa suatu hari saya WAJIB jadi orang berguna dan berdaya guna. Periode 1987 – 2003 adalah era saya bekerja, menikah dan memiliki anak. Saya bekerja pada tiga orang konglomerat yang berjaya pada masa itu, Muhammad Hasan di Kiani Indonesia, Abdul Latief di A Latief Corporation, dan Bambang Trihatmodjo di Bimantara Citra. Ini semua adalah sekolah mental dalam perjalanan saya ketika kelak menjadi wirausaha,” tuturnya.

Tahun 2003 adalah titik tolak kesuksesan dalam kehidupan Mia. Setelah memenangkan gugatan terhadap stasiun TV RCTI yang telah memecatnya, ia bangkit. Delapan tahun menjadi single parent dengan dua anak yang salah satunya memiliki kebutuhan khusus (autis) pasca perceraian, menempa Mia menjadi seorang perempuan tangguh. Puluhan pria yang mendekatinya dan ingin menjadi pasangan hidupnya, tidak dipedulikannya. Baginya, ia hanya ingin menikah dengan pria yang disukainya.

Sebuah seminar Anthony Robbins – dipandu oleh Ronald dr NAC (NAC = Neuro Associative Conditioning)- selama 2 hari 2 malam memberikan suntikan adrenalin yang sangat kuat baginya untuk maju dan mandiri. Mia memulainya dengan bergabung pada bisnis MLM UFO (PT. Usahajaya Fico Operasional). Perusahaan tersebut telah berubah menjadi kawah candradimuka bagi Mia untuk berubah dari posisi nyaman sebagai karyawan menjadi hidup penuh tantangan sebagai wira usaha.

“Bisnis MLM membuat saya yakin bisa jualan. Dalam kurun waktu tiga bulan jabatan saya sudah Team Manager dan tujuh bulan Crown Director. Prestasi ini membuat saya dinobatkan sebagai juara pertama Motivator Tangguh se Indonesia. Ilmu yang saya dapatkan benar-benar learning by doing, tentunya dengan segudang pengalaman jatuh bangun, tempaan mental yang tiada henti, gabungan antara kesabaran dan keinginan yang kuat untuk maju. Jadilah dalam kurun dua bulan sejak menjalankan MLM, saya memutuskan berhenti bekerja dari Perusahaan Tekstil India dan full 100% bekerja untuk bisnis jaringan saya,” ujarnya.

Satu tahun kemudian, Mia yang merasa cukup pengalaman di bisnis MLM membangun usaha sendiri. Bisnis MLM yang dikembangkannya bergerak di bidang property dan sukses menggaet 800 member dengan omset Rp2,5 miliar dalam tempo tiga bulan. Namun, bisnis menjanjikan yang dikembangkan dengan pemikirannya sendiri ini secara sukarela ditutup pada tahun 2005. Penyebabnya, setelah hidup sendirian selama delapan tahun, Mia mendapatkan seorang pria yang mampu menaklukkan hatinya, Prof. DR. Dr. H. Soegiharto Soebiyanto, SPOG (K) Fer.

Di sisi lain, suaminya yang ilmuwan sejati mencoba berbisnis lewat PT Sugih Agro Sejati. Sayang, usahanya berjalan tersendat-sendat karena banyak avonturir nakal yang hanya menyodorkan proyek fiktif dengan janji keuntungan besar tetapi membutuhkan dana besar sebagai biaya operasional. Akibatnya bisa ditebak, sang avonturir melarikan uang sehingga perusahaan menanggung kerugian sampai Rp1,8 miliar, tujuh karyawan tidak digaji berbulan-bulan dan 200 ribu bibit jati tidak terjual.

“Saya merombak semua tatanan yang ada. Semua pegawai saya berhentikan, PT SAS saya non-aktifkan sementara dan mendirikan PT Jaty Arthamas sebagai divisi marketing PT SAS. Dengan modal pinjaman, kami menyewa kantor kecil Senayan Trade Center,” tuturnya.

Saat itu, lanjutnya, perusahaan tidak memiliki dana mencukupi untuk beriklan. Mia menyiasatinya dengan menghubungi semua boss-boss lama maupun relasi untuk menawarkan jati. Perusahaan menjual saham kepemilikan jati untuk mencari dana tunai, presentasi keliling Jakarta dan pulau Jawa dijalankan dengan penuh semangat. Dukungan sang suami dengan ilmunya yang tak terbatas dan profilnya sebagai tokoh masyarakat -Dosen Teladan dan perintis bayi tabung di Indonesia- memompa semangatnya. Meskipun, 90% dari presentasi dijalankan sendirian karena suaminya harus praktek setiap hari dan mengajar keliling Indonesia.

“Dalam kurun waktu satu tahun sejak menikah, saya telah berhasil menjual 200,000 bibit jati. Bagi kami ini sebuah miracle, Allah telah berfirman ‘Aku adalah berdasarkan prasangka umat-Ku’ saya percaya betul pernikahan kami adalah atas kehendak-Nya, dan saya percaya seratus persen bahkan seribu persen, Allah akan menolong kami keluar dari keterpurukan, dengan doa, ikhtiar dan kerja cerdas,” tegasnya.

Setelah perusahaan berjalan, satu per satu pegawai yang dirumahkan dipanggil kembali. Gaji yang tidak dibayarkan selama berbulan-bulan dan bahkan hitungan tahun mampu dibayarkan lunas. Untuk mengembangkan perusahaan, ia berpartner dengan dua orang executive ahli satelit komunikasi, Rulianto Soehardjo, SE seorang pakar ekonomi, dan Drs. Wisnu Kuncoro ahli HRD. Sejak itu, proses pembibitan yang sempat dihentikan dimulai lagi. Periode tahun 2005-2007 merupakan periode perjuangan dalam pengembangan perusahaan. Pencapain perusahaan dalam kurun waktu tersebut cukup mengkilap, antara lain:

1. Tahun 2006, perusahaan mempatenkan bibit jati yang diambil dari kepulauan Solomon dan dibudidayakan oleh team ahli IPB dengan nama Jaty Arthamas lewat Dirjen Hak Cipta Intelektual (Jaty Arthamas lewat hitungan fengshui, makna dan doa, adalah nama terbaik yang dapat dipikirkan Mia)
2. Perusahaan mulai eksis di mata masyarakat, terbukti orang mulai dapat membedakan mana jati mas (yang mulai dikenal sejak akhir 80-an) dan mana Jaty Arthamas
3. Wawancara, liputan dan permintaan presentasi mulai sering dilakukan.
4. Akhir tahun 2007, ia mulai merancang “Paket Kebun Jati”, yakni penjualan paket kebun mulai 1000 meter sampai dengan 1 ha dengan penanaman, pengawasan, perawatan dan pembuatan infrastructure yng terintegrasi
5. Minat membeli bibit dan paket kebun dari manca negara mulai berdatangan, di mana paket kebun jati terjual kepada orang Inggris, Perancis, Italy dan Jepang
6. Isu Global Warming amat cocok dikaitkan dengan penanaman jati, Karena 1 pohon jati akan menghasilkan oksigen bagi 5 orang dewasa dan dapat terus ditanam ulang sampai ratusan tahun dengan hasil investasi sekitar 2000% dalam 5 tahun. Jadi istilah menabung dan membangun sangat cocok untuk penanaman jati

”Terlepas dari pro dan kontra pembuatan paket kebun jati, saya benar-benar total berjuang untuk meyakinkan klien bahwa kami benar-benar berbeda. Perlahan tapi pasti dalam kurun 2008 – 2010, saya telah berhasil menjual lebih dari 200 ha paket kebun jati di Jonggol, sebuah prestasi yang bagi saya wajib disyukuri namun tidak patut menjadikan saya lengah. Semua ini adalah karunia dari Allah SWT dan saya selalu wajib eling, waspada dan alert dalam setiap langkah strategi menuju kinerja yang lebih baik lagi,” kata penerima penghargaan ”Women Entrepreneur of The Year from Ernst & Young 2010” ini. Penghargaan lain yang diterima perusahaan adalah:
• Best Motivator of the year 2005
By PGA Indonesia
• Woman Entrepreneur of the Year 2010
By Ernst & Young.
• Best Company of the year 2011
By Minister of People’s Welfare & Minister of Culture and Tourism Republic Indonesia

Atas perjuangan, ide cemerlang, prestasi dan pencapaian yang telah diperoleh selama ini, penghargaan Indonesian Inspire Award 2011 Kategori “The Best Inspiring Women” dipersembahkan kepada Dra. Santi Mia Sipan, Presiden Direktur PT Jaty Arthamas. Selamat dan sukses……..

One thought on “Penghargaan The Best Inspiring Women Bagi Pengusaha Jati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s